Longing Perception

Longing Perception

  • WpView
    Reads 8,554
  • WpVote
    Votes 2,251
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 21, 2026
LONGING PERCEPTION ​Penulis: Ithanajla ​Di mata dunia, Prisa Widjaya hanyalah "Putri Es" yang hancur. Bagi netizen, dia adalah pembunuh berdarah dingin yang tak punya harga diri. Namun, bagi Jerry Alvaro, Prisa adalah satu-satunya teka-teki yang layak ia pecahkan-sekaligus tameng sempurna untuk menyembunyikan sisi gelapnya sendiri. ​Satu kontrak pertunangan. Satu penthouse dingin. Dan sebuah persepsi yang menyesatkan. ​Dunia yakin Jerry adalah pria yang tidak akan pernah menatap wanita. Rumor tentang orientasinya menjadi pelindung bagi Prisa yang trauma, membuat gadis itu merasa aman berada dalam jangkauan Jerry. Namun, benarkah Jerry "menyimpang", atau itu hanyalah topeng cerdik untuk mendekati Prisa tanpa memicu ketakutannya? ​Saat musuh mulai merajut konspirasi dan masa lalu kembali menghantui, Prisa mulai mempertanyakan segalanya. ​"Kau dapat apa dariku, Jer? Aku hanya wanita rusak." "Aku mendapatkan kewarasanku kembali, Prisa. Dan malam ini, aku akan membuktikan bahwa persepsimu tentangku... salah besar." ​Di atas kapal pesiar yang membelah samudra, sebuah pengakuan mengubah segalanya. Ketika kerinduan yang lama terpendam mulai mencairkan es di hati mereka, mampukah dua jiwa yang terluka ini bertahan tanpa saling menghancurkan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Imperfect Señorita
  • Kesayangan Mas Juragan!
  • NINGRUM
  • Where They All Look At
  • Hot girl
  • R É G A L I S [REVISI]
  • Almost Married (END)
  • SECOND TASTE
  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa

"Temani Saya" 2 kata yang selalu terucap setiap 3 kali dalam seminggu dan selalu tetap seperti robot yang telah mendapatkan pemrograman. Tak ada cinta bagi Axel, dirinya hanya berlindung dalam kalimat "Saya hanya menyukai tubuhmu". "Kita fasih mendesah dalam gelap, tetapi bisu soal cinta dalam terang. Dan cemburu adalah satu-satunya bahasa jujur yang akhirnya berani kita ucapkan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines