Story cover for Just Married by vouszetkadelin
Just Married
  • WpView
    Reads 2,269
  • WpVote
    Votes 145
  • WpPart
    Parts 13
  • WpView
    Reads 2,269
  • WpVote
    Votes 145
  • WpPart
    Parts 13
Ongoing, First published Jun 14, 2023
Menjadi wanita karier yang sukses di usia muda adalah kebanggaan tersendiri bagi Nadhira Almira. Perempuan yang memilih hidup mandiri dan meraih segala impiannya itu memfokuskan diri mengembangkan bisnis dan berkontribusi besar pada perusahaan tempatnya bekerja. 

Di tengah kesuksesan itu, Nadhira merasa sepi dengan hidupnya yang terpisah jauh dari ibu sejak lama. Nadhira hanya menekuni hidupnya sendiri sejak ibunya memilih mengurus pekerjaan di luar negeri pasca bercerai dengan ayah Nadhira sepuluh tahun silam. 

Nadhira menginginkan anak kandung tetapi dia sama sekali tidak ingin menjalin hubungan pernikahan. Dari situlah pemikiran gilanya muncul untuk merencakan pernikahan kontrak dengan seseorang kemudian bercerai setalah anaknya lahir.
All Rights Reserved
Sign up to add Just Married to your library and receive updates
or
#3justmarried
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
The Baby's Contract✓ cover
All We Need is a BABY! cover
Unwanted Vows (END) cover
Contract Marriage (End) cover
Ain't Your Daddy (COMPLETED) cover
Secret Of Marriage  cover
NANDA cover
NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP] cover

The Baby's Contract✓

88 parts Complete

Teija Nero dan Nova Saki tidak pernah berharap dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan. Mereka hanya terjebak dalam kondisi yang memantik kesalahpahaman semata. Katakan saja mereka berada dalam tempat dan kondisi yang tak beruntung, hingga harus dinikahkan dalam waktu singkat. Pernikahan itu bahkan dilaksanan saat mereka berada di penghujung masa SMA. Gila, bukan? Mana ada, sih, orang tua yang menikahkan putra dan putri mereka yang masih SMA? Jika kasusnya memang terjadi kehamilan, baik Teija dan Nova angkat tangan. Namun, kasus mereka berdua berbeda! Nova tidak hamil! Bahkan Teija saja belum sempat menyentuh bibir gadis itu, karena ibu Teija sudah keburu membuka kamarnya. Dalam kasus ini, Teija menyalahkan Nova. Karena permintaan gadis itu yang aneh, mereka menjadi terikat sepenuhnya. Namun, karena mereka masih sangat begitu muda, maka masih banyak kesempatan yang bisa dilakukan dengan membuat kesepakatan menjanjikan. "Kita nggak bisa diem aja, Teja!" "Terus mau apa? Kita udah sah juga." "Gue nggak mau masa muda ini sia-sia!" "Ya, terus apa???" "Let's make a deal. No, no, no! Bukan kesepakatan biasa. Kita harus bikin kontrak di atas materai! Selama kita masih pengen seneng-seneng di masa muda, no babies included in this marriage!" "Terus kalo mama kita repot minta cucu?" "Kita masukin ke poin kontraknya, babies included near our divorce!" Bisakah mereka berdua menjamin kedatangan bayi sesuai rencana?