kesayangan Bryan (End)

kesayangan Bryan (End)

  • WpView
    Reads 16,955
  • WpVote
    Votes 717
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 20, 2023
Siapa sangka di hari kelulusanku saat SMA, aku di jual kepada mafia kejam oleh Paman dan Bibi. Entah apa yang Paman dan Bibi inginkan! Mereka tidak pernah puas menyiksa ku. Tuhan begitu hebat, bukan? Dia membuat takdirku seperti ini. Aku hanya bisa bersyukur karena tuhan masih memberikanku nyawa sampai saat ini. ~Arabella Dirgantara Menjadikan seorang gadis menjadi budakku, lalu menjualnya. Namun, sebelum aku menjualnya aku akan menyiksanya terlebih dahulu. Terdengar kejam, namun juga itu adalah pekerjaanku. Menjadi seorang mafia memang bukan keinginanku, tapi seseorang yang membuat aku terdorong menjadi kejam. Bukan salahku bukan?. ~Bryan Dicaprio Kisah ini akan menceritakan seorang gadis yang dijual oleh Paman dan Bibi nya. [FOLLBCK SEBELUM BACA]
All Rights Reserved
#53
paksaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Ain't Your Daddy (COMPLETED)
  • Arsyilazka
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • My possesive boyfriend
  • SALSA [END]
  • Tears Of Sincerity [TERBIT ✓]

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines