We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
last Night

last Night

  • WpView
    Reads 637
  • WpVote
    Votes 154
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 11, 2023
WpInfo
Fiction
Fantasy
Langit jingga menghampar luas di negara pixabay, warna jingga keemasannya menyoroti sepasang kekasih. Di bukit seinna, keduanya merenung, memikirkan nasib, berbagai cerita dan memandu asmara. Langit senja nya yang indah begitu mendukung suasana romantis di antara keduanya. "Aku berjanji. Besok aku akan membawa kemenangan bagi negara pixabay, di saat itu aku akan menjadi kan mu permaisuri ku. Kita berdua akan menikah, di rahim mu akan tumbuh sesosok bayi tampan dan cantik. Keluarga kecil kita akan bahagia. Kita akan mengarungi dunia dan berkata" "Kami adalah manusia yang paling berbahagia di muka bumi ini" Sang wanita tersenyum menanggapi perkataan si pria. Langit yang semakin menggelap, bintang-bintang yang mulai bermunculan serta sinar rembulan menjadi saksi atas terucapnya janji tersebut. Namun mereka tidak pernah tahu bagaimana cara dunia bekerja. Kenyataan seolah menampar telak keduanya di saat janji itu hanyalah omong kosong yang tidak berarti. Salah satu dari mereka mengingkari janji dan pergi. Entah itu si wanita atau si pria.
All Rights Reserved
#212
taenie
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • Remember Me As A Time of Day✅
  • (End) Athanasia Wagner 2 : Seven Lights
  • Cahaya Gemintang (CH!Indonesia)
  • [END] Mengapa Tidak Pergi ke Langit
  • LANGITKU BERWARNA KAMU
  • Ratusan Hari Mencari Hati
  • DIA LANGIT KU
  • Pelangi sehabis hujan

‼️F I K S I‼️ 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 (adj) : tak tergantikan 🍀🍀🍀🍀🍀 "Buat Kakak," ucap seorang wanita muda mengeluarkan sebuah amplop putih yang tercantum nama sebuah rumah sakit. "Buat aku? Rumah sakit? Kamu sakit?" tanyanya yang dibalas gelengan kepala oleh sang kekasih. Angkasa mengernyitkan keningnya, tangannya meraih amplop tersebut dan membukanya. Seketika wajahnya berubah pias seolah darah direnggut paksa dari wajahnya hingga membuat pucat sempurna seiring iris kembar legamnya menelusuri deretan kata yang tertera diatas kertas putih tersebut. "Aku hamil, Kak. Kata dokter anak kembar dan umurnya sudah 3 minggu." Seiring kalimat itu terucap, nadanya merendah hampir tak terdengar kalau Angkasa tidak memberi fokus padanya. "Gimana bisa? Senja, kita baru ngelakuin itu sekali. Enggak mungkin langsung jadi. Senja, bilang sama aku. Ini bukan anak aku kan?!" "Bukan anak kamu? Kakak nuduh aku ngelakuin itu sama orang lain, iya?" "Gak mungkin. Keluargaku gak punya keturunan kembar. Gak mungkin itu anak aku, Senja! Bilang sama aku, siapa yang udah menghamili kamu?" Setetes air terjun bebas dari pelupuk mata. Hatinya terluka begitu dalam sebab kalimat yang terucap bagaikan belati yang menyayat setiap lapisan hatinya. Senja sama sekali tidak pernah menyangka jika kalimat itu terucap dari bibir pria yang kerap kali menyatakan besarnya cinta yang dimiliki untuknya. Lantas apa sekarang? Dimana rasa cinta yang selalu digaungkan di telinganya itu? Bahkan Senja mendadak kehabisan kata. Senja seperti tak mengenal sosok didepannya. Asing. "Gugurin. Kalau kamu masih cinta sama aku, gugurin. Aku bakalan tetap menerima kamu asal kamu gugurin kandungan kamu." Kalimat terakhir yang Senja dengar sebelum kaki jenjangnya membawa tubuhnya melangkah pergi dari hadapan pria yang dicintainya itu tanpa ada niatan menoleh sedikitpun ke belakang meninggalkan Angkasa yang masih diam seribu bahasa tanpa berniat mengejarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines