HEARTBEAT

HEARTBEAT

  • WpView
    Reads 5,667
  • WpVote
    Votes 2,304
  • WpPart
    Parts 87
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 23, 2026
"Kau adalah alasan aku masih bertahan hidup sampai sekarang. Jadi kumohon jangan pernah pergi dari hidupku, jantung hatiku." Bagi Kebanyakan orang keluarga adalah tempat ternyaman dan rumah untuk tempat kita pulang. Tapi berbeda bagi pria satu ini. Alvino Sebastian Rivandra adalah nama pria itu. Baginya keluarga tak lebih dari sekedar formalitas belaka. Bagaimana tidak? Ia memiliki keluarga tapi serasa seperti Sebatangkara. Dan itulah yang membuatnya tidak peduli dengan apapun lagi dalam hidupnya. Jika di rumah pria itu menjadi sosok yang pendiam. Maka ketika di luar rumah dia bebas bersikap semaunya. Tapi semuanya itu perlahan berubah ia bertemu dengan seseorang perempuan yang mengubah cara pandangnya. Dari perempuan itu Vino belajar tentang artinya kasih sayang. Bahkan perempuan itu adalah satu-satunya alasan Vino Bertahan hidup hingga sekarang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Avyan (End) ✓
  • My Pragma
  • Please, Just Stay With Me
  • Menjadi Skala ✓
  • Jiwa Raga (End)
  • I'm So Tired, Can I Give Up?
  • WAS
  • Alvino Keano (End)
  • OBLIVION

(Baca selengkapnya hanya di KaryaKarsa) Avyan tumbuh dengan beban masa lalu yang tak pernah bisa ia hapus. Kehadirannya di dunia dianggap sebagai kesalahan, membuatnya terasing bahkan di tengah keluarganya sendiri. Sejak kecil, ia hidup bersama sang nenek, hingga suatu hari ayahnya datang dan memutuskan membawanya pulang untuk tinggal bersama kakak-kakak tirinya. Awalnya, Avyan berharap menemukan kehangatan yang selama ini hilang, tetapi kenyataan berkata lain. Di depan ayah mereka, kakak-kakaknya tampak peduli, tetapi saat ayah pergi, sikap mereka berubah menjadi dingin dan penuh kebencian. Tatapan tajam dan kata-kata menyakitkan terus menghantui langkah Avyan. Bisakah Avyan meruntuhkan tembok kebencian yang mengelilinginya? Akankah ia menemukan tempat yang disebut rumah, atau selamanya terkurung dalam bayang-bayang kesalahan yang bukan miliknya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines