Demi Cinta, Hamilin Aku Dong!

Demi Cinta, Hamilin Aku Dong!

  • WpView
    Reads 443
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 15, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Aku tidak ingin uangmu Adnan!" jawab Shanum santai, supaya Adana tidak curiga. "Lalu? Mau kamu apa?" Adnan mengerutkan keningnya tanda tidak paham, apa yang ada dipikiran wanita cantik dan seksi dihadapannya. Adnan terus berpikir. "Hamili aku! Itu saja sudah cukup Adnan!" Adnan kaget dan tersedak mendengar ucapan Shanum, padahal dia hanya ingin mengetes dan mengolok-olok Adnan saja. "Jangan gila! Jadi wanita ko murahan sekali! Kamu tidak kasihan sama keluargamu ha!" Bagaimana kelanjutan hubungan mereka yang bagaimanakan Tom and Jerry, diperparah dengan dendam orang tua yang tidak kunjung usai.
All Rights Reserved
#502
taruhan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Brothers
  • ANGGI MAHARANI
  • "LOVE AGAIN"
  • "He's mine"
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • Bawa Aku Pulang
  • My Evil Girlfriend (End)
  • hay mantan !!
Brothers

"Kay! Pikirin lagi deh ide gila lo ini! Masa gue sama Ray harus pake seragam begituan. Lo sih enak masih pakai seragam Ray. Gue dan Ray gimana?" Aku dan kedua saudara kembarku sedang berdiskusi di kamarku. Ini pernah dilakukan seminggu yang lalu saat Kay mengatakan ide gilanya kepadaku dan Ray. "Gak bisa Fay! Kan udah kesepakatan." Kay itu keras kepala. Mungkin karena merasa lahir lebih dulu, jadi dia selalu ingin menang sendiri. "Tapi kan lo bisa tukeran sama Ray tanpa harus melibatkan gue Kay!" aku protes sedangkan Ray diam saja. Dia benar-benar lamban. Sampai-sampai perempuan yang mendekatinya saja dia tidak menyadarinya. Itu karena kelambanan otak berpikirnya. "Gak bisa Fay sayoong! Ray itu gak bisa basket. Dia itu atlet renang. Jadi selama dia sekolah di tempat gue nanti, dia bakalan kalah terus kalau tanding sama yang lain. Bisa-bisa reputasi gue hancur gara-gara permainan basketnya yang parah." Aku tahu Ray memang tidak suka berlari, karena itu dia tidak suka bermain basket denganku dan Kay. Kalau kita bertiga sedang bermain bersama, Ray lebih memilih menonton aku dan Kay yang sibuk mencuri bola drible. "Lagipula kesepakatan terakhir itu mutlak setelah kita mengundinya. Jadi ini gak bisa diganggu gugat lagi. Besok kita mulai penyamaran. Gue jadi Ray, lo Fay jadi gue, dan Ray jadi lo Fay." Kay sudah memulai sikap otoriternya. Kalau sudah begini, aku dan Ray hanya bisa pasrah. Semoga Ayah dan Bunda tidak menyadarinya. Ayah mungkin tidak akan menyadarinya tapi Bunda sepertinya harus diwaspadai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines