Rindu dan Ruang Tabahnya

Rindu dan Ruang Tabahnya

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 2, 2023
[Update setiap hari Selasa dan Sabtu] Mona Zahira mencintai Candra Narendra selama bertahun-tahun. Dia berniat mengungkapkan perasaan tersebut sebelum Candra bertunangan. Namun sayang, pernyataan cintanya tidak bisa benar-benar sampai untuk laki-laki itu. Jika jin pengabul permintaan benar-benar ada, Mona ingin kembali ke masa lalu dan mengungkapkan semuanya. Atau jika jin pengabul permintaan benar-benar ada, Mona ingin lari sejauh mungkin dari sosok bernama Candra Narendra. Dia tidak ingin patah hati begitu dalamnya. *** Cover by Canva
All Rights Reserved
#692
poem
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rasa Tanpa Suara
  • Segara Renjana (hapus sebagian karena proses penerbitan)
  • Bukan Romansa Biasa-BRB [End]
  • About Us [On-Going]
  • BATASAN CINTA
  • THE SECRET LOVE
  • Commissar, I Love You ✔
  • JANGAN CUEK!
  • My Popular Husband [SUDAH TERBIT]
  • Just Be Friend? [Completed]

Cinta adalah perkara gaib yang tak bisa ditebak dengan mudahnya. Perasaan yang kata orang merupakan perasaan paling menyenangkan di satu waktu, tapi juga bisa berubah sangat menyakitkan di waktu lainnya. Kalau salah satu definisi cinta adalah bersabar memendam perasaan bertahun-tahun tanpa berharap dibalas, Kara punya cinta itu. Namun, objek cintanya bukanlah orang biasa. Ega adalah sahabat karib Juna, kakak kandungnya. Ega juga kakak dari Anin, sahabat dekatnya. Mencintai Ega sama saja dengan bermain api di tengah lingkaran orang-orang tersayangnya. ​Tanpa ada yang tahu, tanpa berkata, dan tanpa suara, Kara menyimpan segalanya rapat-rapat dalam diam. Setidaknya, sebelum Ghea tidak sengaja tahu... "Eh, orgil! Lo nahan perasaan lo diam-diam, nggak cerita sama siapa-siapa termasuk gue, bertingkah sok biasa aja di depan Bang Ega, dan itu udah berlangsung lima tahun?! Gila, Kara, mantap! Jadi dulu yang lo sering ngomong lo punya cinta monyet itu Bang Ega, Kara?!" Kara mengangguk sekenanya. Kalau sedang tidak malas, sudah Kara ajak gelut itu si Ghea. "Tapi kayaknya di umur gue sekarang, ini bukan lagi cinta monyet." "Ya, emang!" ° Let's read it! And don't forget to give your vote & comment:) ©micasamiya, 2019. Cover by lalinasgraphic [Versi baru, setelah direvisi]

More details
WpActionLinkContent Guidelines