"Akan ada satu orang yang akan tulus mencintai mu, menerima setiap apapun yang ada dalam diri mu,akan ada satu orang yang akan bersedia menjadi temanmu 'teman hidupmu' ,teman tumbuh mu yang baik untuk setiap apapun mimpi mimpi dimasa depanmu."
"Hal itulah yang ku ucapkan dulu kepada nya disaat semua nya belum seperti ini aku malu
aku sudah sangat percaya diri akan jadi teman hidup mu tapi kenyataan seakan menenggelamkan ku kedasar , aku rapuh."
Mereka pernah bermimpi bersama,
menertawakan hal-hal kecil, dan berjanji tak akan saling pergi. Tapi janji tinggal kata. Ia pergi, meninggalkan hatinya untuk seseorang yang baru. Dan gadis itu hanya bisa berdiri di antara kenangan-berusaha kuat, meski hatinya runtuh pelan-pelan.
ia mencintai nya dengan sabar, bahkan saat dunia ikut melawannya. Tapi pada akhirnya, laki-laki itu memilih tangan lain untuk digenggam. Ia hanya bisa menatap punggung yang pernah jadi tempatnya bersandar, lalu tersenyum getir-karena kadang yang paling mencintai, justru harus ditinggalkan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang