How Not to Confess

How Not to Confess

  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sat, Jun 17, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Namanya Kenzie dan saat pertama kali melihatnya, aku tahu aku jatuh cinta. Tapi, bagaimana tidak? Kenzie merupakan cewek paling cakep yang pernah kutemui. Dia tinggi, kurus, dan rambut wolf cut-nya membuat tampangnya kelihatan makin keren. Sayangnya, aku tidak bisa berinteraksi seperti manusia normal setiap kali berhadapan dengan cewek cakep. Kenzie menjulurkan tangannya padaku, mengajak berkenalan, dan aku bertanya padanya, "Kamu suka roti bakar?" Berikut adalah cara yang tidak tepat untuk mengungkapkan cinta. . . Cerita ini di-publish untuk mengikuti Pride Month Contest, The Rainbow of June Prompt nomor 5.
All Rights Reserved
#388
lesbian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Bully My Obsession (GxG)(Season 1)
  • Lelaki Ombrophobia [completed]
  • ECLIPSE : Fall in love with Vampires
  • Lamar Gue!
  • Ardelia Shasaka Pantjoro
  • Fall in love with Ghost
  • TYPE - MEWGULF

Celine adalah sosok yang paling ditakuti di kampus-cantik, berprestasi, dan tak tersentuh. Tapi di balik semua itu, dia juga dikenal sebagai seorang bully yang selalu menargetkan mahasiswa pendiam dan kutu buku. Sera, mahasiswa tahun pertama yang tertutup, menjadi korban favoritnya. Berkacamata tebal, rambut selalu dicepol, dan lebih nyaman dengan buku dibandingkan manusia. Celine dan gengnya sering menjadikan Sera sebagai bahan ejekan, menarik rambutnya, menyembunyikan kacamatanya, atau sekadar membuat harinya sial. Tapi suatu hari, semuanya berubah. Saat Celine tanpa sengaja melihat Sera tanpa kacamata dan cepolannya, ada sesuatu yang mengusik dirinya. Bully yang ia lakukan tetap berlanjut, tapi semakin aneh-sentuhan yang lebih lama, tatapan yang tak bisa dijelaskan, dan bisikan yang terdengar seperti ancaman, tapi terasa berbeda. Sera membenci Celine. Tapi kenapa tatapan itu... malah membuatnya bingung? Di antara kebencian, ketakutan, dan rasa yang tidak seharusnya ada, keduanya terjebak dalam permainan yang semakin sulit dihentikan. Apakah Sera hanya korban, atau Celine sebenarnya yang lebih terikat dalam obsesi ini?

More details
WpActionLinkContent Guidelines