How Not to Confess

How Not to Confess

  • WpView
    LECTURAS 78
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadConcluida sáb, jun 17, 2023
WpInfo
Ficción
Romance
Namanya Kenzie dan saat pertama kali melihatnya, aku tahu aku jatuh cinta. Tapi, bagaimana tidak? Kenzie merupakan cewek paling cakep yang pernah kutemui. Dia tinggi, kurus, dan rambut wolf cut-nya membuat tampangnya kelihatan makin keren. Sayangnya, aku tidak bisa berinteraksi seperti manusia normal setiap kali berhadapan dengan cewek cakep. Kenzie menjulurkan tangannya padaku, mengajak berkenalan, dan aku bertanya padanya, "Kamu suka roti bakar?" Berikut adalah cara yang tidak tepat untuk mengungkapkan cinta. . . Cerita ini di-publish untuk mengikuti Pride Month Contest, The Rainbow of June Prompt nomor 5.
Todos los derechos reservados
#607
wlw
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • My Bully My Obsession (GxG)(Season 1)
  • True Lovely : My BL Stories
  • Different girl
  • When I become Us ( Complete)
  • you are mine || rioncaine [END]
  • Ardelia Shasaka Pantjoro
  • Really Love? [gxg]
  • LIMERENCE
  • When Kenzie Meet Karma

Celine adalah sosok yang paling ditakuti di kampus-cantik, berprestasi, dan tak tersentuh. Tapi di balik semua itu, dia juga dikenal sebagai seorang bully yang selalu menargetkan mahasiswa pendiam dan kutu buku. Sera, mahasiswa tahun pertama yang tertutup, menjadi korban favoritnya. Berkacamata tebal, rambut selalu dicepol, dan lebih nyaman dengan buku dibandingkan manusia. Celine dan gengnya sering menjadikan Sera sebagai bahan ejekan, menarik rambutnya, menyembunyikan kacamatanya, atau sekadar membuat harinya sial. Tapi suatu hari, semuanya berubah. Saat Celine tanpa sengaja melihat Sera tanpa kacamata dan cepolannya, ada sesuatu yang mengusik dirinya. Bully yang ia lakukan tetap berlanjut, tapi semakin aneh-sentuhan yang lebih lama, tatapan yang tak bisa dijelaskan, dan bisikan yang terdengar seperti ancaman, tapi terasa berbeda. Sera membenci Celine. Tapi kenapa tatapan itu... malah membuatnya bingung? Di antara kebencian, ketakutan, dan rasa yang tidak seharusnya ada, keduanya terjebak dalam permainan yang semakin sulit dihentikan. Apakah Sera hanya korban, atau Celine sebenarnya yang lebih terikat dalam obsesi ini?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido