GAZA DAN SWISS

GAZA DAN SWISS

  • WpView
    Leituras 117
  • WpVote
    Votos 14
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadConcluída dom, jul 2, 2023
"Li, menurut lo Swiss kaya gimana?" tanya Gaza. "Kenapa lo tiba-tiba nanya tentang Swiss?" Bukannya menjawab, Aulia justru bertanya balik pada laki-laki bermata tajam itu. "Jawab aja Li, gausah nanya balik, " tukasnya pada perempuan berambut sebahu yang ada disampingnya. Aulia mengangguk, "Menurut gue, negara dengan titik pusat 46.825°N 8.25°E itu memiliki kedamaian tersendiri didalamnya, penuh dengan keindahan seolah semesta memang sengaja memperindah negara itu." Gaza tersenyum dan menatap langit malam yang begitu indah saat ini, "Lo bener Li, Swiss memang punya kedamaian tersendiri yang gak bisa didapatkan dimanapun."
Todos os Direitos Reservados
#115
aulia
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Cinta Dalam Mekarnya Bunga
  • ARABELLA  (SELESAI)
  • TAKDIR ALYA(Slow Up)
  • STONE HEART
  • Terima kasih Imajinasi [end]
  • Bumi Punya Cerita (Revisi)
  • ICE BOY (SUDAH TERBIT)
  • SPOILEDBOY
  • Couple Goals [Completed]
  • NUNET

Lila percaya bahwa cinta mirip bunga. Ia tak bisa dipaksakan untuk tumbuh. Ia butuh waktu, kehangatan, dan keberanian untuk mekar di tengah dunia yang kadang terlalu dingin. Hidup Lila selama ini sederhana, tenang, seperti angin pagi di antara deretan bunga matahari yang menghadap ke timur. Sejak kecil, ia hidup berdampingan dengan warna-warni kelopak dan wangi tanah basah. Ia merawat bunga seperti merawat dirinya sendiri-penuh kelembutan, tapi juga penuh kehati-hatian. Namun, ketenangan itu perlahan mulai retak ketika ia bertemu Arka. Arka datang seperti angin musim gugur: dingin, tak terduga, dan membawa sesuatu yang membuat dedaunan gugur satu per satu. Ia bukan pria yang datang dengan tawa lebar atau kata-kata manis. Ia hadir dengan sorot mata yang tajam, langkah yang berat, dan diam yang penuh rahasia. Lila bisa merasakannya-ada beban yang dibawa pria itu, sesuatu dari masa lalunya yang belum selesai. Pertemuan mereka terjadi begitu saja. Tanpa rencana, tanpa aba-aba. Arka sedang mencari bunga untuk seseorang yang telah tiada. Lila, seperti biasa, tengah menyusun rangkaian bunga mawar putih di toko kecil peninggalan ibunya. Tak ada yang istimewa, kecuali cara Arka menatap bunga seolah sedang berbicara pada sesuatu yang tak terlihat. Dan sejak saat itu, dunia Lila mulai berubah. Perlahan, kehadiran Arka menjadi bagian dari hari-harinya. Mereka tak banyak bicara, tapi diam mereka saling memahami. Lila menemukan kehangatan di balik dinginnya sikap Arka, dan Arka menemukan ketenangan dalam mata Lila yang jujur. Tapi cinta yang tumbuh di antara mereka bukanlah cinta yang mudah. Ia datang membawa ujian, luka lama, dan pertanyaan-pertanyaan yang tak selalu punya jawaban. Karena Arka tidak datang dengan hati yang utuh. Dan Lila bukan gadis yang bisa mencinta setengah-setengah. Mereka seperti dua bunga yang mekar di musim berbeda-saling mendekat, tapi takut layu sebelum waktunya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo