CINTA DAN RAHASIA

CINTA DAN RAHASIA

  • WpView
    LECTURES 57,053
  • WpVote
    Votes 4,394
  • WpPart
    Chapitres 49
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., avr. 18, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Kenalin gue Devi, tujuan gue hidup itu hanya ingin bertemu dengan Abang gue yang selama ini tinggal di Jakarta, ya gue dengan Abang terpisahkan sejak kecil. Orang tua kami berpisah sejak kami masih kecil, Abang dibawa oleh papa ke Jakarta, sedangkan gue tinggal dikampung berdua dengan mama. "Tipe Lo kek gimana, Dev?" Tanya Afan terkesan kepo. "Intinya bukan kek Lo" Jawaban dari Devi membuat hati mungilnya terasa sakit. "Alasannya?" Tanya Afan lagi. "Memangnya Lo butuh alasan, Fan?" "Tentu cantik" Ucapan Afan tidak membuat Devi salting, malahan ingin sekali Devi tendang kaki cowok yang berada di depannya ini, sungguh dirinya kesal sekali. "Lo berandalan, suka mabuk-mabuk, ngerokok, main cewek di club" Sridevi menjelaskan pada Afan. "Gue bisa berubah asal Lo mau jadi pacar gue, gimana?" Ucap Afan seraya mencubit pipi Sridevi. "OGAH!, Ga minat gue jadi pacar Lo" "Yakin nih, ga bakal nyesel? ini cerita dengan kehaluan aku, jika ada banyak typo, mohon maaf, dan akan direvisi jika sudah selesai. mana nih fans Defan? 19 Juni 2023
Tous Droits Réservés
#648
defan
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu