REMBULAN DIPERBATASAN

REMBULAN DIPERBATASAN

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 4, 2023
Kubanting tutup bolpoin kesal menatap hasil karya awut - awutan di catatan Jermanku. Coretan yang sama sekali tidak berbentuk. Hasil imajinasi kanak - kanak. Banyak orang berkomentar hasil lukisan anak - anak adalah alam kehidupan mereka yang murni. Tetapi untuk kali ini, kejengkelanku telah memuncak! Tiada waktu lagi berpetatah - petitih, tiada waktu lagi memuji ke sana kemari. Ini memang benar - benar sudah keterlaluan! Melihat kemarahanku yang tersirat lewat mata, beningnya mata bocah itu sedikit demi sedikit mulai mengebur, kemudian hening, mengkerut, dan ... setetes demi setetes bergulir di kedua belah pipinya yang montok, menatapku dengan sorot kekuatan. "Sudah, sudah!" tak sampai hati kuledakkan ke jengkelan yang menggumpal di dada. "Main di luar saja sana! Awass kalau masih mencoret - coret buku! Dasar tangan gatal!" Baru saja bentakanku berakhir, daun pintu terbuka lebar. Serta merta bocah cengeng berpita warna - warni itu berlari ke arah seseorang yang segera mendekapnya mesra. Membopongnya, menciumnya, men ... betaapa menjijikan! Bagaimana kisah selanjutnya yuk langsung saja di baca ya ceritanya :)
All Rights Reserved
#40
majalah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Promise or Leave
  • Alara's Brothers (Telah Terbit)
  • Rasa Tanpa Kata
  • Bukan ZONK!
  • hay mantan !!
  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • Tentang Kota Ini
  • Abu Abu [ completed ]
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Cheerful Girl [ENDING]

WARNING!!! Foto cover ambil di pin. Cerita ini hasil dari pemikiran ku sendiri. Kalau ada kesamaan nama tokoh, Cerita, serta judul itu berarti karena murni sebuah ketidaksengajaan. Ada beberapa kalimat dan bahasa kasar di dalam cerita, mungkin ada sedikit adegan kekerasan, baik verbal maupun nonverbal. Jika tetap terus melanjutkan harap bisa mengambil sisi positifnya. Yang jelek di buang, ambil yang baik baik saja. Sebaiknya follow dulu sebelum membaca. . . . "Selama aku bisa melakukannya sendiri aku tak butuh yang namanya laki laki." "Bahkan laki laki itu tak becus menjalani perannya." "Makhluk tak berguna itu tak pantas ada." "Dia bahkan memberi luka tanpa penawar." "Mengenal salah satunya saja termasuk bencana." "Menganggap Makhluk itu adapun rasanya enggan." "Kalau saja bisa, akan gue bunuh semua makluk tak berperasaan itu." "Mari kita bantai habis mereka!" mereka tertawa keras dengan tangan saling merangkul satu sama lain. "DENGAR GIRLS! MEREKA TIDAK BISA MENINDAS JIKA KITA SELALU BERSAMA." "SETUJUUUUUUU." Mereka berteriak keras di tepi tebing terjal, suara teriakan mereka menyatu dengan deru ombak di bawahnya. membagi luka dengan lautan, itulah yang mereka lakukan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines