REGRET || Jaywon {HIATUS}

REGRET || Jaywon {HIATUS}

  • WpView
    Reads 492
  • WpVote
    Votes 55
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 3, 2023
WpInfo
Fanfic
Enhypen
"kak Jay... " "berhenti menggangguku! tolong jangan membuatku marah Jungwon, menjauhlah dariku" bentaknya pada sang adik. "Jay! jangan membentaknya. kenapa kau selalu kasar pada adikmu? " kesal sang Ayah melihat Jay yang selalu bersikap kasar pada Jungwon. "dia bukan adikku, aku tidak memiliki adik yang cacat mental sepertinya, dia selalu membuatku kesal hanya dengan mendengar suaranya saja" geram Jay menunjuk wajah Jungwon. plak ... dengan ucapan menyakitkan itu, sang Ayah melayangkan tamparan ke wajahnya. "apa yang baru saja kau ucapkan itu?! "
All Rights Reserved
#541
niki
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Caged by His Love ft Jay Park of Enhypen [COMPLETED]
  • LOVE OR DIE  || HEESEUNG
  • PROBLEM || KIM SUNOO (REVISI)
  • SKY
  • Awesome Lil' Brothers 2
  • Restless Ties
  • Last Gift || Jaywon ✔️
  • NOA'S OBSESSION [1] REVISI

(END) Anna menjalani pernikahan yang terlihat sempurna di mata orang lain. Jay, suaminya, adalah pria yang tampan, sukses, dan begitu mencintainya, terlalu mencintainya. Namun, di balik perhatian yang diberikan Jay, tersembunyi sifat posesif dan emosi yang sulit dikendalikan. Sedikit saja pemicunya, kemarahannya bisa meledak tanpa kendali. Awalnya, Anna mencoba memahami. Ia meyakinkan dirinya bahwa Jay hanya terlalu mencintainya, bahwa semua itu hanyalah caranya menunjukkan kasih sayang. Namun, seiring berjalannya waktu, perhatian Jay berubah menjadi belenggu. Cemburunya bukan lagi sekadar kekhawatiran, tetapi pengawasan ketat yang membuat Anna merasa seperti tahanan dalam rumahnya sendiri. Semakin lama, Jay semakin sulit dikendalikan. Setiap kali amarahnya meledak, benda-benda beterbangan, kata-kata tajam melukai, dan terkadang, bahkan lebih dari itu. Namun, di antara ketakutan dan luka yang terus bertambah, Anna masih dihadapkan pada kebimbangannya-apakah ia harus bertahan demi cinta yang dulu begitu indah, atau berani melepaskan diri sebelum ia benar-benar hancur dalam sangkar cinta Jay?

More details
WpActionLinkContent Guidelines