Wajah Ketiga

Wajah Ketiga

  • WpView
    Reads 136
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 10, 2024
Setiap manusia memiliki tiga wajah. Wajah yang pertama ia tunjukkan kepada semua orang, wajah yang kedua ia tunjukkan kepada keluarga dan teman terdekat, sedangkan wajah ketiga hanya ia sendiri yang mengetahuinya. Namun, apa yang terjadi ketika batas antara wajah-wajah itu mulai pudar? Dalam novel ini, cerita mengikuti perjalanan Malikul Mulk yang terjebak dalam pertarungan antara identitas yang tersembunyi dan keinginan untuk menjadi diterima. Ketika rahasia tergelincir dan ketegangan meningkat, ia harus menghadapi konsekuensi dari mempertahankan tiga wajah yang berbeda dan menemukan kekuatan untuk merangkul keaslian dirinya. Dalam konflik batin yang intens, apakah ia mampu menemukan jawaban tentang arti sejati dari kebebasan dan kebahagiaan sejati.
All Rights Reserved
#144
depresi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KETIKA LABEL TIDAK LAGI MENENTUKAN SIAPA KITA
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Time Loop
  • Tears of the deep
  • 3 DANDELIONS AT 3 A.M
  • Dalam Kepalanya yang Tak Pernah Hening
  • Dua Antonim: Akulah Manusia Biasa Itu
  • LIPS

Aline tak pernah meminta untuk dilabeli-sebagai anak pemarah, pembawa sial, atau anak dari keluarga rusak. Tapi itulah dunia: cepat menilai, lambat memahami. Di sebuah kampung kecil, Aline tumbuh dengan luka-luka tak kasat mata, dibisikkan oleh mulut-mulut tetangga, bahkan oleh orang-orang yang seharusnya melindunginya. Hingga ia bertemu dengan pintu-pintu dan jendela baru-sahabat, seorang imam, dan Nando, lelaki yang melihatnya dengan mata yang berbeda. Ini adalah kisah tentang perjuangan untuk membuka jendela hati, memecahkan cermin luka, dan menemukan pintu menuju penerimaan. Bukan hanya oleh orang lain, tapi oleh diri sendiri. Sebuah novel reflektif yang mengajak kita bertanya ulang: Siapa diriku, jika label tak lagi melekat padaku? Cocok untuk kamu yang sedang mencari makna, harapan, dan keberanian untuk berdamai dengan masa lalu..... selamat membaca (:

More details
WpActionLinkContent Guidelines