Asteria
  • WpView
    Reads 75
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 20, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
.... Jikalau bulan dan bintang yang selalu dipuji keindahannya itu dapat berbicara. Akankah, mereka akan mengatakan pada kita bahwa mereka tidak akan meninggalkan kita walau satu detikpun di setiap malam kita?. Aku selalu sadar jika hidup ini bukan hanya tentang bahagia. Tapi juga, tentang bagaimana kita bertahan dalam kesedihan dan kekerasan yang selalu menghianati kita dan yang selalu menuntut kita untuk terus menjadi kuat. Tetap bertahan, sebagaimana bulan dan bintang yang terkadang tak pernah dianggap oleh banyak orang. Namun ia masih setia memperlihatkan cahanya hanya untuk sekedar menghibur manusia yang sedang lelah. "Bintang selalu hadir untuk menemani jiwa yang lelah." .... Mengandung violence‼️,mental strenght‼️,dan big conflict‼️.
All Rights Reserved
#5
reyyan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • Takdir Kalea [Revisi]
  • Cahaya [COMPLETED]
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • Angkasa (Forget Me Not)
  • SQUAD TO SIBLINGS {END} ✓
  • UTOPIS || Anthony Ginting
  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]
  • D'TOPENG [ REVISI ALUR ]

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines