Asteria
  • WpView
    Reads 75
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 20, 2023
.... Jikalau bulan dan bintang yang selalu dipuji keindahannya itu dapat berbicara. Akankah, mereka akan mengatakan pada kita bahwa mereka tidak akan meninggalkan kita walau satu detikpun di setiap malam kita?. Aku selalu sadar jika hidup ini bukan hanya tentang bahagia. Tapi juga, tentang bagaimana kita bertahan dalam kesedihan dan kekerasan yang selalu menghianati kita dan yang selalu menuntut kita untuk terus menjadi kuat. Tetap bertahan, sebagaimana bulan dan bintang yang terkadang tak pernah dianggap oleh banyak orang. Namun ia masih setia memperlihatkan cahanya hanya untuk sekedar menghibur manusia yang sedang lelah. "Bintang selalu hadir untuk menemani jiwa yang lelah." .... Mengandung violence‼️,mental strenght‼️,dan big conflict‼️.
All Rights Reserved
#9
reyyan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Angkasa (Forget Me Not)
  • RANNA
  • Takdir Kalea [Revisi]
  • LANGIT & AMERTA [End]
  • Memories in Moon
  • Poison Of Love
  • UTOPIS || Anthony Ginting
  • Happy Ending
  • When You Left Again [Republish]
  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]

"Bunganya udah layu, Sa. Yakin mau dibeli? Nanti sampai rumah juga mati." "Gak apa-apa. Gw pastiin bunga ini gak akan mati. Layu bukan berarti mati, kan? Gw bakal rawat bunga ini... terus kasih ke Ayah." Ia tidak memilih mawar, tak pula melati. Hanya bunga kecil yang nyaris mati-seperti dirinya sendiri. Hari demi hari, ia rawat bunga itu seakan sedang menjaga harapan yang hampir padam. Rapuh, tapi belum sepenuhnya punah. Namun di Hari Ayah, harapan itu kembali layu. Bunga itu ditolak, bahkan sebelum sempat menyampaikan maksudnya. Dan malam itu... ia tak pernah pulang. Namun nyatanya, Tuhan itu adil. Setelah semua luka, setelah semua kejatuhan... Tuhan menghadirkan satu suara-yang tak menghakimi, tak pula menuntut. Hanya berkata pelan: "Sama gw, Sa. Sama gw terus. Kalo boleh berharap, semoga suatu hari nanti gw bisa jadi alasan lo buat pulang." Angkasa (last flower) "Forget me not" Warning ⚠️ Thriller × Angst × Crime !!! Cerita ini mengandung unsur thriller yang menegangkan, serta banyak adegan kekerasan, darah, kriminalitas, dan teka-teki. Harap bijak dalam memilih bacaan. ‼️⚠️

More details
WpActionLinkContent Guidelines