Terjebak Asmara Tuan Muda Posesif

Terjebak Asmara Tuan Muda Posesif

  • WpView
    Reads 29,819
  • WpVote
    Votes 1,424
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing3h 39m
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 6, 2025
Yasmin Evlynzee merupakan seorang Fashion Designer yang terjebak dalam identitas orang lain. Seseorang telah memalsukan identitas aslinya. Yasmin menjadi incaran banyak orang sebab wajahnya persis seperti wajah Meika, istri dari CEO Arghantara Group. Kehilangan identitas membuatnya frustasi. Koneksi yang ia miliki sebagai Desainer tak bisa digunakan. Ia pun berusaha menunjukkan bakatnya agar dipercaya. Dianggap penipu, Yasmin benci pada wajahnya. Ia lalu dipertemukan dengan Azkara Arghantara, yakni seorang Tuan Muda sekaligus CEO dari Arghantara Group yang mengira dirinya adalah istrinya.
All Rights Reserved
#108
posesif
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nyanyian Sunyi Sang Sundayana
  • On Purpose
  • C | TAKDIR CINTA DIA
  • Langit yang Sama
  • Kakaku is My Soulmate [THE END]✓
  • DUDAKU ATAU SUAMIKU (E-BOOK)C
  • Kita, Apa Adanya (Segera Terbit)
  • DARI HATI SEORANG TENGKU - KERANA AKU PERNAH SUKA
  • My Perfect Husband
  • Milik Tuan Megat [𝒞 ]

Di tanah Kawali yang berembun, lahirlah seorang putri yang ditakdirkan bukan untuk dirinya sendiri. Dyah Pitaloka Citraresmi, sekar Sunda dari istana Galuh, tumbuh di bawah kasih ibunda dan kebijaksanaan ayahandanya, Prabu Linggabuana. Ketika surat pinangan dari Majapahit datang, dunia berubah. Di balik nama besar Hayam Wuruk dan bayangan Gajah Mada, cinta berubah menjadi medan kehormatan. Dari Sungai Cikawali yang bening hingga tanah Bubat yang merah, langkah Pitaloka menjadi jembatan antara cinta dan martabat. Ia bukan sekadar putri-ia adalah nyanyian yang lahir dari air mata, doa, dan darah bangsanya. Nyanyian Sunyi Sang Sundayana adalah kisah tentang cinta yang patah sebelum sempat berbunga, tentang kehormatan yang dijaga sampai napas terakhir, dan tentang nyanyian abadi dari tanah Sunda yang tak pernah berhenti meratap sejak hari darah itu di Bubat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines