"Gadis Yang Malang "

"Gadis Yang Malang "

  • WpView
    Reads 203
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 8, 2015
Pada suatu hari ada gadis remaja. yang bernama Christy ia berumur 13 tahun . Dia terlahir dari keluarga yang cukup,dia mempunya 2 saudara laki laki . Dia anak ke dua dari 3 bersaudara .Pada suatu hari ia mempunyai penyakit parah . yaitu penyakit paru paru basah dan asma . awal nya gadis itu kaget dengan pentakitnya . ia sempat mengais . setiap 1 bulan 3 kali ia selalu control ke rumah sakit . pada tanggal 2 February 2015 ia berobat ke salah satu rumah sakit di daerah jakarta selatan . pada saat itu mrmang gadis remaja itu sedang sakit parah . ia di periksa oleh dokter tersebut . setelah di periksa gadis remaja tersebut keluar dri ruang pemeriksaan ,yang ada d dalam ruang pemeriksaan hanyalah mamah dan papah dari gadis remaja tersebut . ternyata dokter yang memeriksa gadis remaja tersebut berbicara kepada orang tua dri gadis remaja tersebut dan dokter itu berkata "sebelumnya saya mohon maaf .. ternyata putri ibu penyakit nya sudah parah,kalau putri ibu tidak rutin untuk minum obt
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dalam Diam | Hiatus
  • sebenci itu??
  • anugrah terindah (end) [before takdir indah]
  • Perjuangan Dan Tangisan Christy
  • Surat tak berbalas
  • Kembali Bersama [END]
  • Transmigrasi Amora L²
  • Lemari Tua Yang Berisi Hantu.(Sudah Tamat)
  •    Rumah Kardus

Dalam Diam Ia tumbuh dalam dunia yang tenang tapi penuh celah. Seorang gadis yang dibesarkan oleh ibu tunggal, di antara kasih yang tulus dan kisah yang setengah jadi. Ibunya tak pernah marah, tapi juga tak pernah benar-benar bercerita. Tentang masa lalu, tentang ayahnya, tentang rumah yang seharusnya jadi tempat kembali-semua hanya hadir dalam potongan-potongan kabur yang tak pernah lengkap. Hidupnya berjalan seperti itu, penuh tanya yang tak lagi ia kejar jawabannya. Sampai suatu hari, dunia yang ia kenal mulai bergeser. Sebuah surat undangan membawa namanya ke ajang Olimpiade Sains Internasional. Pemeriksaan kesehatan hanyalah prosedur awal-begitu ia kira. Namun rumah sakit tempat pemeriksaan itu justru menjadi simpul dari benang-benang yang selama ini kusut dalam kepalanya. Nama 'Diranata' menampar ingatannya, menghidupkan kembali bisikan-bisikan yang dulu sering didengar namun tak pernah dimengerti. Dan di antara lorong putih dan suara monitor medis, ia bertemu Gracia. Seorang dokter muda yang baik dan tenang, namun tak tahu bahwa yang sedang duduk di hadapannya mungkin adalah kakaknya sendiri. Ia mengenali wajah itu. Bukan dari ingatan, tapi dari foto lama-foto yang selama ini disimpannya tanpa tahu maknanya. Foto mamanya, memeluk seorang anak kecil yang bukan dirinya. Kini ia tahu, siapa gadis kecil itu. Tapi tetap memilih diam. Diam, karena belum waktunya bertanya. Diam, karena kadang kenyataan lebih menakutkan dari dugaan. Dan diam, karena hatinya belum siap menerima apa yang mungkin telah lama ia tunggu. Langkahnya pelan, tapi pasti. Satu demi satu, rahasia yang terkubur mulai muncul ke permukaan. Bukan dengan dramatisasi, tapi lewat tatapan, pertemuan singkat, dan perasaan yang tak bisa dijelaskan. Ini bukan hanya tentang siapa dirinya, tapi juga tentang apa artinya memiliki rumah-dan kehilangan rumah itu tanpa tahu kapan. Dalam diam, ia belajar memahami. Dalam diam, ia memilih bertahan. Dan dalam diam pula, ia akhirnya berani mencari pulang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines