Alfaaz Al-Mumtaz

Alfaaz Al-Mumtaz

  • WpView
    Reads 24,204
  • WpVote
    Votes 2,044
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 25, 2023
WpInfo
Fiction
Social Themes
Setelah wafat ayah handa, kakek yang mengasuhnya. Disusul kepergian ibunda tercinta, hingga paman pun turut menjaga. Bukan, dia bukan Muhammad yang hidup bersama Abdul Muthalib setelah Abdullah dan Aminah tiada. Dia adalah Alfaaz Al-Mumtaz. Sesosok lelaki lemah lembut dan penyayang, cucu dari pemilik pesantren yang awal hidupnya hampir serupa dengan Sang Baginda. Alfaaz terpukul dengan kepergian orang-orang yang dia cintai. Alfaaz dibuat gulana setelah menerima surat wasiat dari Bunda yang menginginkan dirinya terikat bersama seorang gadis malang yang telah Bunda-nya itu anggap sebagai anak kandung sendiri. Sedangkan Buya Abu, kakeknya, yang teramat ia sayangi tidak menyetujui hubungan itu. "Jadilah nahkoda menuju pelabuhan bernama surga untuk perempuan itu ketika kamu sudah siap, Alfaaz." Begitulah kalimat terakhir dalam surat tersebut. Alfaaz harus membuat keputusan. ⚠(CERITA INI BUKAN SEQUEL ATAU SPIN OFF 'BILQIS SAQILA'. HANYA MENGANGKAT ATAU MENGAMBIL NAMA TOKOH-TOKOH TERTENTU) Genre: Romance - religi #9 - ilmu (28/07/2023) #3 - santri (17/01/2024)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ku Pilih Jalur Langit
  • CINTA UNTUK ALYA
  • Ning Nabila [SUDAH TERBIT✔]
  • Uhibbuka Fillah Gus [END]
  • Bilqis Saqila  (TERBIT)
  • Takdir Yang Tertunda
  • ALWANNAYRA [END]
  • Lantunan Kalam Aisyah | TERBIT
  • 𝐌𝐮𝐧𝐚𝐣𝐚𝐭 ✔

New version!! Tak disangka ternyata Aruna telah di nikahi 1bulan sebelum ayahnya meninggal, Aruna tidak mengetahuinya bahkan suaminya itu ternyata seorang ustadz untuk dirinya belajar agama. Namun sang bunda tetap saja mengirimkan Aruna ke pesantren yang ternyata pesantren tersebut milik suaminya. ••• Melangitkan doa, Membumikan rasa. Terlihat diam, tpi doanya bergerak ke langit. •gus Zaidan "Terimakasih takdir mu ya Allah,ini kah semua jawaban dari doa-doa ku? terimakasih ya Allah." ••• "Bunda itu sayang kamu papah juga sayang kamu,makanya papah dan bunda menyuruh kamu untuk ke pesantren." "Gak ada cara lain bunda? Selain aku harus masuk pesantren?"tanya Aruna ,jujur dirinya malas akan dunia pesantren. "Ada, belajar agama di rumah sama ustadz 4× dalam 1 Minggu."jawab bunda. "What! Ayolah bunda 1× dalam 1 Minggu aja"tawar Aruna. "Gak ada tawar menawar,pilihan kamu hanya dua. Masuk pesantren selama 3tahun lebih atau belajar agama di rumah 4× dalam 1 Minggu!." "Gada pilihan yang tepat bundaaa"keluh aruna. "Terserah, pikirkan baik-baik."ucap bunda lalu pergi meninggalkan Aruna yang sedang uring-uringan. 🦋🦋🦋 ⚠️BANYAK KATA-KATA KASAR & UMPATAN AWAS JUGA JANGAN SAMPE BAPER! NANTI SUSAH DEH NYEMBUHINNYA BISMILAH INSYAALLAH INI CERITA KE II KU YANG BELUM BACA Assalamu'alaikum Mas Santri BACA DONG SERU TAU.

More details
WpActionLinkContent Guidelines