Dear Neighbor

Dear Neighbor

  • WpView
    Reads 3,414
  • WpVote
    Votes 97
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 13, 2025
"Pengen punya pacar," ujar Viranica seraya memandang langit, membayangkan bagaimana jika ia memiliki kekasih. "Buat apa?" sahut Revan dingin. "Terserah gue mau buat apa," balas Viranica acuh. "Ada gue." "Maksudnya?" "Ada gue yang bisa jadi pacar lo." *** Viranica itu ceria dan hiperaktif. Sedangkan Revan itu cuek dan dingin. Banyak yang bilang sifat mereka memang berbanding terbalik. Namun justru itu yang membuat keduanya selalu berdekatan. Ini hanya sebuah kisah yang menceritakan kedua remaja yang bertetangga. ©Feedark
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Caramel
  • Still You
  • Echoes of Love (END)
  • GASA [end]
  • If I Don't Hurt You (END)
  • Me and Mr Perfect [ON GOING]
  • CINTA YANG NYATA
  • Veerlant (REVISI)
  • Satu Langkah
Caramel

[ T A M A T ] "Punya mulut dijaga!" desis Caramel. "Ngapain gue jaga mulut gue buat orang yang kasar dan nggak tau sopan santun kaya lo!" balas Malvin ketus. Caramel mengangkat sebelah alisnya lalu berjalan mendekat kearah Malvin hingga jarak diantara mereka hanya tersisa setengah jengkal saja. Caramel berjinjit menyamai tinggi Malvin lalu ia langsung menggigit bibir bawah cowok itu dengan kencang. "Kan gue udah bilang, punya mulut dijaga." Caramel menyunggingkan senyum lalu melangkah pergi dari sana. Berawal dari pertemuan yang tak mengenakan dengan cowok berperawakan tinggi itulah yang malah membuat Caramel tak bisa jauh-jauh darinya. Selalu ada saja kejadian-kejadian yang melibatkan keduanya yang membuat mereka jadi tambah dekat satu sama lain, seperti seakan-akan mereka tercipta memang untuk dipersatukan. Cowok dengan nama belakang Adhitama itu telah berhasil menjadi kelemahan Caramel si gadis egois. Bertengkar karena hal spele sudah menjadi hal yang biasa bagi keduanya, sebab mereka bersatu pun karena sebuah rasa benci. Rasa benci yang kemudian berkamuflase menjadi rasa ingin memiliki. Tapi akankah mereka bisa terus bertahan dengan sifat egoisnya masing-masing?

More details
WpActionLinkContent Guidelines