CAMELLIA : a happy ending

CAMELLIA : a happy ending

  • WpView
    Reads 84
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 1, 2023
"Happy ending itu beneran ada kan?" Carmelia Gweinth, dia tidak percaya dengan adanya 'happy ending'. Itu semua karena setiap orang yang disayanginya akan pergi. "Jika mereka tidak ada, bagaimana mungkin ceritaku akan memiliki happy ending?" Walaupun ia juga tidak yakin, Theodore Kennaid berusaha meyakinkan dirinya bahwa happy ending itu ada. "Jika tidak ada, kita aja yang buat happy ending itu, di keempat musim yang silih berganti dalam bab tujuh belas kita" Carmelia Gweinth, siswi seni tahun terakhir yang memiliki kepribadian yang misterius. Latar belakangnya yang begitu abu abu tidak jelas, dan kehadirannya yang memberikan dampak buruk bagi orang-orang di sekitarnya. Theodore Kennaid, siswa keturunan konglomerat perusahaan seni yang lebih memilih untuk berkarir di bidang olahraga. Tapi, karena suatu kondisi yang tidak ia inginkan, dengan terpaksa ia harus pindah ke sekolah barunya, dan disitulah ia bertemu dengan orang-orang yang mewarnai bab tujuh belasnya.
All Rights Reserved
#295
seni
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Criticalove [SELESAI]
  • BE-YUMI-FUL [TERBIT]
  • Mari Saling Bicara
  • Karena Kamu Rumahnya
  • AKALA ; My heart beats for Miss
  • ASA [COMPLETED]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • The Secret That Makes Me Grow [END]

You gave me a reason to keep on breathing. [Criticalove] Aruna. Banyak orang yang mengenalnya sebagai gadis periang, cantik, baik, penuh semangat, dan juga pintar. Namun siapa sangka, Aruna yang selalu terlihat baik-baik saja nyatanya punya banyak luka dan rahasia. Mimpinya sederhana, meraih bahagia yang nyata, bukan sandiwara. Revian Nalendra. Banyak orang yang mengenalnya sebagai lelaki pemalas, bodoh, antipati, penyendiri, dan jangan lupakan fakta terakhir bahwa ia tidak disukai banyak orang. Namun siapa sangka, Revian selalu bermimpi ingin memiliki hidup normal juga bahagia seperti yang lainnya. Semesta mempertemukan keduanya ketika salah satu diantara mereka ingin mengakhiri hidup yang katanya tidak berharga. Mereka merasa sama. Terlalu banyak luka, menyedihkan, dan tak lagi ada asa. Apakah mereka akan saling menguatkan untuk tetap berada di dunia yang penuh luka? Berjuang untuk mimpi-mimpi sederhana mereka? Atau mungkin... mengakhiri segalanya adalah jalan keluar yang diberi semesta ketika mereka tak bisa bertahan lebih lama? [ 1 on #loveyourself] [ 1 on #mimpi 4-07-21 ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines