Nyonya Puisi | END

Nyonya Puisi | END

  • WpView
    Reads 91,321
  • WpVote
    Votes 4,991
  • WpPart
    Parts 45
WpMetadataReadComplete Wed, May 21, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Camelia Manik dipaksa oleh keluarganya untuk meneruskan bisnis haram berupa narkoba dan senjata ilegal. Awalnya bisnis itu dijalankan oleh kakaknya, tiba-tiba saja tragedi melanda kakaknya membuat wanita itu menjadi gila dan terpaksa dipasung di kamar. Demi keluar dari rumah itu, Camelia meminta tolong pada pria antah berantah yang ditemuinya dalam keadaan terluka parah. Setelah menyelamatkannya, Camelia meminta pria itu menikahinya sebagai alasan balas budi. Namun, betapa terkejutnya Camelia saat mendapati suaminya berdiri di barisan mahasiswa baru tempat ia mengajar. Sanggupkah Camelia menjalani hari-hari sebagai dosen sementara suaminya mahasiswa? Ditambah pria itu cukup misterius. Siapakah Dasen sebenarnya? Benarkah dia seorang intel yang tengah menyelidiki keluarga "Manik"? 15+ terdapat adegan kekerasan dan topik sensitif! Bijak memilih bacaan!
All Rights Reserved
#219
intel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mendadak Ipar
  • SCRIPTSHIT (TAMAT)
  • Pengantin Manisku
  • The Perfect Lecturer is My Future Husband (TERBIT!)
  • match with a lecturer?! || On Going
  • Pacar Halal Presiden Mahasiswa
  • Bound Hearts [END]
  • TAKDIR RAHASIA
  • MEGISTA
  • Kerfuffle (Tamat)

(18+) Marriage Life. Nggak ada adegan berbahaya, tapi banyak jokes dewasa. ------- Spin-off dari "Mendadak Mama". Tapi kalian nggak harus baca MM dulu untuk paham cerita ini. ------- Iqbal Sya'bani (Iqbal). Dosen fakultas teknik yang brillian, tampan, mapan, mendadak jatuh cinta pada Luli, adik perempuan sahabatnya. Salah satu mahasiswi, yang jauh dari kata istimewa. Zulfa Nurulita (Luli). Sebenarnya dia istimewa. Dia hanya lemot. Eh bukan! Dia hanya tak istimewa dalam kemampuannya menguasai mata kuliah. Oh ya, satu lagi, wajahnya juga biasa saja. Ah, ini sih akan mudah. But, wait ..., mungkin saja kalian salah! *** "Jadi, apakah kamu menerima lamaran saya, Zulfa?" "Maaf. Belum, Pak." "Alhamdulillah." "Kok Alhamdulillah?" "Karena jawabanmu 'belum', bukan 'tidak', minimal masih ada harapan buat saya." *** Akankah harapan Iqbal menjadi nyata? Atau justru berakhir dengan tangan hampa? ------ Pecinta Fikar-Nara wajib baca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines