
ini hanyalah kisah seorang anak perempuan pertaama dan lukanya, Maudia Prahmana lahir sebagai anak pertama, namun kehadirannya seolah tak pernah benar-benar diinginkan. Sejak kecil, ia ditinggalkan oleh orang tuanya dengan dalih bekerja, dibesarkan oleh neneknya tanpa merasakan kasih sayang yang seharusnya ia dapatkan. Ketika akhirnya orang tuanya kembali, mereka datang bukan untuknya, melainkan membawa seorang adik laki-laki yang langsung menjadi pusat perhatian. Di mata keluarganya, Maudia hanyalah seorang anak perempuan yang harus cepat dewasa, yang tak berhak mengeluh atau meminta. Keinginannya untuk mendapatkan kasih sayang selalu ditepis, impiannya untuk menjadi guru diabaikan demi ambisi ibunya sendiri. Baginya, keluarga hanyalah ilusi yang utuh di luar, tetapi kosong di dalam. Namun, di balik luka dan kepahitan yang ia alami, Maudia menolak untuk menyerah. Ia tidak ingin menjadi sekadar investasi keluarga atau boneka yang dikendalikan ambisi orang lain. Dengan tekad yang kuat, ia berjanji pada dirinya sendiri: suatu hari nanti, ia akan membuktikan bahwa dirinya berharga, meskipun dunia berusaha menolaknya.All Rights Reserved
1 part