Alana Telah Tiada!

Alana Telah Tiada!

  • WpView
    LECTURAS 2,487
  • WpVote
    Votos 247
  • WpPart
    Partes 34
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, oct 30, 2024
Alana dan Artea telah bersahabat sejak mereka masih kecil. Namun, tiba-tiba saja datang sebuah berita yang sangat mengemparkan. Berita yang langsung berhasil membuat Artea terkejut setengah mati. Dalam berita itu, dinyatakan bahwa Alana telah melakukan tindakan bunuh diri. Artea tidak percaya begitu saja, bahwa sahabatnya itu bisa sampai mengakhiri hidupnya sendiri. Dia percaya bahwa pasti ada sebuah alasan di balik keputusan tragis tersebut, atau bahkan yang lebih parah lagi, mungkin Alana telah dibunuh oleh seseorang! Merasa kehilangan dan bertekad untuk mencari sebuah kebenaran. Artea memutuskan untuk pindah ke SMA Jaya Bangsa, tempat di mana Alana bersekolah. Di sana, Artea berusaha menggali berbagai informasi mengenai kehidupan Alana dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi sebelum kematian sahabatnya tersebut. Selain itu, dia juga bertekad untuk membalas perlakuan orang-orang yang telah menyakiti Alana. !!!Jangan Plagiat!!! Start : 5 Juli 2023 End :
Todos los derechos reservados
#108
janji
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • SATU IKATAN, 7 JIWA [End]
  • The Messenger
  • PSEUDO (END)
  • BOOK 1 MISSION SERIES: MISSION IN CASE (Pindah ke Innovel)
  • SAMUDRA SENJA: The Project S [End]
  • ANAK SEKOLAH [ COMPLETE ]
  • Transmigrasi | | Dua Jiwa Satu Raga
  • DI BALIK ANDROMEDA (END/REVISI ULANG)
  • ASSASSIN
  • Misteri Perpustakaan (Sudah Terbit)

[ FOLLOW AKUN AUTHOR SEBELUM BACA ] Tujuh anak laki-laki -Rendra, Dimas, Ardan, Fadly, Raka, Juna, dan Revan-dipertemukan dalam kelompok konseling sekolah. Dengan latar belakang yang berbeda, mereka awalnya enggan berbicara satu sama lain. Namun, perlahan, mereka mulai saling memahami, menganggap kelompok itu sebagai tempat pelarian dari tekanan hidup masing-masing. Namun, suatu malam, mereka menerima pesan anonim yang meminta mereka untuk bertemu di sebuah bangunan tua. Ketika mereka tiba, mereka menemukan bahwa tempat itu dipenuhi dengan teka-teki, jebakan, dan ancaman yang menguji mental dan fisik mereka. Satu per satu, mereka mulai tewas dalam keadaan misterius-baik karena jebakan maupun konflik antaranggota. Setiap kematian mengungkapkan rahasia gelap yang selama ini mereka sembunyikan. Rendra ternyata mencuri uang konseling untuk keluarganya, Dimas memiliki rencana balas dendam pada seseorang di kelompok itu. Akhirnya, hanya satu dari mereka yang selamat, tetapi dengan harga mahal: semua trauma, rasa bersalah, dan pengkhianatan itu terus menghantui dirinya. © 𝟐𝟎𝟐𝟓 𝐌𝐚𝐝𝐚𝐦𝐞 𝐓𝐢𝐬𝐚𝐥𝐢𝐚 (𝐓𝐈𝐒𝐀𝐒𝐀𝐌𝐀). All rights reserved.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido