Kala dan Ilusi

Kala dan Ilusi

  • WpView
    Reads 388
  • WpVote
    Votes 191
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 9, 2023
"Sudah dewasa, Putri dan Pangeran itu hanya di negeri dongeng. Semua itu bohong, semua itu ilusi." Remaja dengan nama Kala Keshava Gabriella itu, masih tak percaya dengan omong kosong yang dikatakan orang-orang. Obsesinya terhadap negeri dongeng dan keluarga kerajaan masih terbawa hingga ia dewasa. Dia punya impian-impian bodoh yang tak mungkin bisa tergapai. Pertama, dia ingin menaiki kereta kencana dari labu. Kedua, dia ingin menghapus sihir-sihir yang menghalanginya. Ketiga, dia ingin menemukan sesosok pangeran berkuda putih. Impian itu masih ia pegang hingga usia yang bisa dibilang sudah memiliki nalar yang sehat. Tapi ia yakin mimpi itu akan terwujud, dia masih terus berusaha menghilangkan sihir dalam dirinya. Akankah impian bodohnya terwujud?
All Rights Reserved
#811
sihir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Was The Evil Witch
  • Princess Story
  • I Wanna Be Antagonist (end)
  • I'm More Than Just A Princess
  • CHANGE THE SAME ENDING [SELESAI]
  • Dear ASSASSIN✓
  • Love In Bloom
  • The Destiny of the King's Daughter [√]
  • Lady Gen Z

COMPLETED. Dm for follback Spin off from "I'm More Than Just A Princess" ••~•• "Aleeyah Najma, kau dihukum mati atas percobaan perebutan takhta Yang Mulia Damian Azazel Lucretius de Erebos, dan percobaan pembunuhan terhadap Lady Isandra" Kalimat itu terngiang di kepalaku, seraya aku mendongak menatap panggung raja di sebrang sana. Dimana Isandra, menangis tersedu di dalam pelukan Azel saat melihatku yang akan dieksekusi. Aku terenyuh, rasa sakit dan sesak akan penyesalan memenuhi perutku. Apa yang telah aku lakukan? Aku memiliki semuanya namun aku sia-siakan. Sahabat yang begitu tulus, ayah yang perhatian padaku, tidak perlu kusebutkan harta dan ketenaranku. Apa yang kurang? Kenapa aku masih ingin merebut kebahagiaan orang lain? Kenapa aku begitu serakah? 'Kau bodoh Aleeyah' batinku memaki diri sendiri. Sekali lagi, kulihat sahabat baikku di sebrang sana. Ah rasanya bibir hina ini tidak pantas lagi menyebutnya sebagai sahabat. 'Teman ya?' Bibirku terangkat, aku tersenyum kecil. Sebuah kata maaf tidak akan cukup untuk menebus dosaku, akan kubayar semuanya di neraka nanti. Isandra, Azel, ayah, kalian semua berbahagialah. Maafkan kehadiranku yang merupakan bencana, kutuklah aku sebanyak yang kalian suka, aku rela, aku pasrah. Karena diriku adalah pendosa. CRASH ••~•• "Ah lagi-lagi kita harus mengurus bayi ini" Suara siapa itu? Bayi siapa? "Kau benar, sudah berapa lama sejak dia lahir? Tapi grand duke sama sekali belum datang melihatnya, sebenci itu grand duke pada putrinya" Grand duke? Putrinya? Ah persetan, aku tidak peduli. Aku harus keluar dari sini. 'Tapi kenapa tangan dan kakiku pendek sekali?' batinku saat aku tidak mampu menggerakkan anggota gerakku dengan leluasa. Hanya naik turun kanan kiri seperti... 'Tunggu, jangan bilang...' "Ah dia sudah bangun, aku akan mengganti popoknya. Kau siapkan susu setelah itu kita pergi" ucap seorang maid raksasa yang menatapku malas. Tunggu, dia tidak raksasa. 'Aku jadi bayi?!' #1 on

More details
WpActionLinkContent Guidelines