Kursi tak bertuan

Kursi tak bertuan

  • WpView
    LECTURAS 6
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jun 22, 2023
Gumam seorang guru muda tentang sekecil idealismenya. Sekolah yang sesak penuh siswa siswi, dihantui kursi yang tak bertuan. Entah apa yang benar terjadi, atau bagaimana seorang guru muda memperhatikan sesuatu dengan polos adanya. Kecewa, perasaan tak terhindarkan dari seorang guru muda pemegang idealisme yang dibangun semasa sekolahnya. Namun kini semua itu terkikis oleh kenyataan, korban sistem yang didzolimi penguasa. Teriak tak bersuara. Ikhtiar menggumamkan kekecewaan tak berujung pemecahan masalah. Berteriak diantara orang-orang yang menuli, membutakan hati nurani menegakan kebenaran. Sampai kapan guru muda akan bergumam, berteriak diantara mereka yang menuli? 22 Juni 2023
Todos los derechos reservados
#4
ppdb
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Pergi Tanpa Pamit
  • Top Ranking [TERBIT]
  • ANTIHERO
  • Sexy Math Teacher [End]
  • THE SALVATION
  • Dormitory KOZes : School - [BONEDO AU]
  • BEAUTY INSIDE
  • RASYA [ Sudah Terbit ]
  • En Silencio
  • DI BALIK ANDROMEDA (END/REVISI ULANG)

Di suatu pagi yang sunyi, sebuah sekolah diguncang tragedi: Pak Fathan-guru sosiologi yang dikenal ramah, pembina OSIS yang berdedikasi-ditemukan tergantung di pagar lantai dua sekolah. Semua terdiam. Semua mengira itu sekadar akhir dari kisah pribadi yang tak bisa dimengerti. Tapi Damar, seorang siswa yang pernah dekat dengan almarhum, merasa ada sesuatu yang tak beres. Bersama Bu Rina, guru muda yang peduli dan cermat, ia mulai menyelidiki benang-benang yang ditinggalkan. Dari catatan rahasia, email terkunci, hingga nama misterius dari masa lalu: Anindya. Mereka tidak hanya menemukan beban berat yang dipikul Pak Fathan sendirian, tetapi juga luka-luka dalam sistem sekolah yang selama ini tertutup rapat: tekanan kerja, pembungkaman suara siswa, dan kebohongan yang dijaga dengan rapi. Ketika keberanian mulai menyebar, sekolah pun berubah menjadi medan perlawanan. Namun, seberapa mahal harga sebuah kebenaran? Dan benarkah kematian adalah akhir, atau justru awal dari sebuah suara yang selama ini dipaksa diam?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido