Little Monster

Little Monster

  • WpView
    Reads 233,640
  • WpVote
    Votes 12,061
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 5, 2025
Sore itu, aku menemukan seorang anak laki-laki kurus kerontang bagai anjing liar di ujung jalan. Memohon memintaku untuk membawanya ke rumah dengan memprihatinkan, bahkan mengaku tidak memiliki identitas apa pun atau sebait nama ketika kutanya asal-usulnya. Lantas aku mengajaknya ke rumah, merawatnya sepenuh hati, dan memberinya nama Nazael. Namun, ketika anak itu beranjak dewasa, suatu kejanggalan dan beragam konflik perasaan timbul secara berturut-turut. Hingga di titik di mana aku menyesali keputusan konyol membesarkannya sejauh ini, yang sejak awal hanya anak antah-berantah pengirim malapetaka. [ ] - DON'T COPY THIS STORY IN ANY FORM! - © 2025 written by lianilia_
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Horibble Woman (END)
  • Ruthless Claim [Revisi!]
  • EDELINE [END] [TELAH TERBIT]
  • DOPAMINE [HIATUS]
  • Obsesi Para Tokoh [END]
  • THE VENGEANCE(# Mafia Lovers)✔️
  • Destiny Meeting [Ddeungromi]
  • When The Darkness Comes Back (Dramione)
  • She Loved A Lie

YANG MASIH DI BAWAH 19+ SKIP CEIRTANYA, DISINI ADA BEBERAPA ADEGAN YANG MENGANDUNG 🔞 Bagaimana jadinya jika musuh berubah menjadi seseorang yang kita cintai? "A collection of weak earthworms!" ucapnya sinis seraya mengacungkan jempol kebalik. Sang ketua dan juga anggota DAREDEVIL lainnya tercengang mendengar ejekan itu. Terutama ketua dari mereka, Alexander Galaxi. Tangannya mengepal hingga kuku-kukunya memutih menahan amarah. "Tuh orang siapa sih, gak ada peting beliung dateng-dateng jadi pengacau." ucap Bima Bastian anggota dari geng Alexander. "Nyari mati mungkin!" tukas cowok yang bernama Bagas Raymond. Senyum mengejek terpancar di balik masker itu. Aura kekejaman dan dendam telah membutakannya. Dendam yang sudah lama ia pendam, dan sudah saatnya dia membalaskan semua pada orang-orang sampah itu. "Musuh baru." ucap Alexander dingin. [CERITA INI MENGANDUNG KATA-KATA KASAR, PENUH KEKERASAN, PELECEHAN. HARAP BIJAK UNTUK MEMBACA.]

More details
WpActionLinkContent Guidelines