Regen
  • WpView
    Reads 193
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 20, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Kita bertemu lagi ya, aku juga tidak mengerti kenapa takdir kita selalu dipertemukan, yang membuat takdir ini sakit adalah kita dipertemukan tapi kau belum bisa mencintaiku." -Varsha Pertemuan ini menyakitkan tapi juga obat kerinduan, selama ini hujan menyakitkan, dan kini lebih menyakitkan lagi "Aku merindukanmu setiap hujan turun, tidak hanya saat hujan turun, setiap hari ketika aku tidak melihat mata indahmu aku merasakan hatiku semakin merindukanmu, semakin aku ingin melupakan mu semakin banyak juga rasa rinduku padamu" -Biru "Apa kau ragu untuk mencintaiku, padahal itu semua sudah mengartikan kau juga mencintaiku?" -Varsha
All Rights Reserved
#23
mellow
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • GRAVARENZO

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines