Kei & Rai

Kei & Rai

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 2, 2024
Clarabell Kei Bryan. "Gue gak peduli di anggap antagonis!" Rai Atashi Kenneth. "Gue percaya sama lo," bisik Rai sambil mendekap tubuh mungil Kei. Kei dan Rai. Menjalin persahabatan sejak masih berumur 5 tahun. Beranjak dewasa hubungan mereka semakin dekat dan satu sama lain akhirnya sama-sama memiliki perasaan lebih. Tepat hari ulang tahunnya, Kei kehilangan papah nya sekaligus sahabat nya. Kemana kah mereka?
All Rights Reserved
#7
berkhianat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pergi Tanpa Pamit
  • Lelaki yang Menyimpan Senja di Matanya
  • My destiny and my friend
  • Senyum yang Patah
  • Cinta di ujung Senja
  • Lonceng Akhir yang Tak Pernah Berbunyi [TERBIT]
  • 12 Titik Balik (END)
  • PULANG [END]
  • R.A Heaven
  • REKSA: The Last Bell

Di suatu pagi yang sunyi, sebuah sekolah diguncang tragedi: Pak Fathan-guru sosiologi yang dikenal ramah, pembina OSIS yang berdedikasi-ditemukan tergantung di pagar lantai dua sekolah. Semua terdiam. Semua mengira itu sekadar akhir dari kisah pribadi yang tak bisa dimengerti. Tapi Damar, seorang siswa yang pernah dekat dengan almarhum, merasa ada sesuatu yang tak beres. Bersama Bu Rina, guru muda yang peduli dan cermat, ia mulai menyelidiki benang-benang yang ditinggalkan. Dari catatan rahasia, email terkunci, hingga nama misterius dari masa lalu: Anindya. Mereka tidak hanya menemukan beban berat yang dipikul Pak Fathan sendirian, tetapi juga luka-luka dalam sistem sekolah yang selama ini tertutup rapat: tekanan kerja, pembungkaman suara siswa, dan kebohongan yang dijaga dengan rapi. Ketika keberanian mulai menyebar, sekolah pun berubah menjadi medan perlawanan. Namun, seberapa mahal harga sebuah kebenaran? Dan benarkah kematian adalah akhir, atau justru awal dari sebuah suara yang selama ini dipaksa diam?

More details
WpActionLinkContent Guidelines