THALIA
  • WpView
    LECTURAS 14
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, jun 23, 2023
Thalia Bardella Tinggal di Negara Belanda tepatnya di Ibukota nya yaitu Amsterdam. Ia melanjutkan Haigh school nya di sana Amsterdam dan menjalankan sebuah butik Pakaian yang sudah ia rintis sejak usia 16th. Selamat lebih 10 tahun Lia hidup jauh dari keluarganya dan Hidup di Amsterdam bersama Tante dan omnya. Suatu hal yang membuat Thalia harus pulang ke Indonesia akibat sang Ayah memberikan kabar bawah sang Ibunda sedang Sakit dan harus menjalankan Rawat inap. Sesampainya di Indonesia, Thalia Justru mendapatkan Misi dari sang Ayah untuk melanjutkan sekolah di sekolah Bina bangsa dan melanjutkan misinya.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Silence That Shaped Me
  • Dalam Diam | Hiatus
  • Cintanya Gus Hafidz
  • Dibawah Cahaya Takdir
  • Aku VS Anak Osis
  • Tentang Lionel : Cerita dari Catherina
  • Nostagia dalam perjalanan

"Aku tetap ada. Meski kalian pura-pura aku tidak pernah lahir." Goresan tinta hitam itu tampak tegas, meski tangan yang menuliskannya sempat gemetar. Tulisan itu menggantung di atas pantulan wajah Freya-seakan mengukir ulang dirinya. Bukan lagi sebagai anak yang tak dianggap, tapi sebagai sosok yang memilih berdiri. Di antara luka, pengkhianatan, dan keheningan yang membatu, ia tetap ada. Ia hidup. Bukan demi pengakuan. Bukan demi cinta yang tak kunjung datang. Tapi demi dirinya sendiri. Untuk pertama kalinya, Freya tak menanti suara dari luar kamar. Tak lagi berharap ada ketukan, atau sapaan lembut di pagi hari. Ia tahu, pagi itu akan tetap sepi. Seperti biasanya. Namun kali ini, ia tidak takut. Karena saat dunia berhenti menyambutnya... Ia akhirnya menyambut dirinya sendiri.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido