Bakpao: Amerta

Bakpao: Amerta

  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 29, 2024
Memiliki badan profesional bak Model ataupun Aktris terkenal adalah impian mendalam bagi Amerta. Tak mudah baginya untuk menjaga tubuh tetap ideal, apalagi keturunan dari keluarganya yang memiliki rata-rata berat badan di atas 60 kg menjadi tantangan tersendiri. Sindiran dan cibiran yang kerap kali ia dapat dari Tante dan sepupu perempuannya merupakan makanan sehari-hari bagi Amerta. "Makanan kayak kucing begitu memang bikin kamu kenyang?" ujar Tante Inka melihat ke arah menu makan Amerta seraya mengenggam sebatang coklat di tangannya. "Jaga pola makan itu adalah keharusan kali tan, nggak kayak Tante yang makan coklat ada 5 kali dalam sehari." Setelah menuntaskan suapan terakhirnya Amerta memilih beranjak pergi. Di tengah-tengah impian Amerta nantinya ia akan dipertemukan oleh sesosok Pria matang yang berprofesi sebagai kepala Koki di salah satu Restoran China ternama. (!) Jauhilah yang namanya plagiat. Cerita murni karangan saya sendiri.
All Rights Reserved
#466
getaran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MEMBUAT SUAMI MENYESAL
  • Gossip Us - Go Ship Us
  • Siapa Kau, Mama? - 𝐍𝐚𝐡𝐲𝐮𝐜𝐤
  • [END] Semua orang besar adalah kucingku [memakai buku]
  • Makanan gourmet makan lingkaran hiburan [END]✅
  • Saat Cinta Menjadi Rahasia
  • Proof  Of Love
  • Brownies Cinta

"Ya ampun, Mbak mau ikut kondangan apa ngelayat?" tawa Mita pecah saat melihatku keluar dari kamar, kulihat Mama pun terkikik entah apa yang lucu. Sementara Mas Bram hanya menghela nafas. "Ma-maaf aku cuma punya ini," jawabku. Penampilan Mita sama Mama memang sangat cantik dan elegan seperti artis yang sering kulihat di tivi, sangat berbeda jauh denganku. "Bram, Bram, Mama gak habis pikir dipelet apa kamu sama Naya sampai punya istri kayak gini, udah miskin kampungan lagi," ketus Mama. "Coba lihat Abangmu, Fatir sudah punya istri cantik, kaya pula. Gak salah memang Abangmu pilih istri."

More details
WpActionLinkContent Guidelines