The Memories

The Memories

  • WpView
    Reads 172
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 18, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
Saat elo membaca cerita ini, gue mungkin sedang menangis atau mungkin menyesal bahkan bisa jadi berteriak keras untuk menyampaikan protes kepada Sang Dalang….. Jalan hidup manusia termasuk gue tidak ada yang pernah mengetahuinya, karena manusia hanyalah wayang-wayang Sang Dalang. Masa lalu, masa sekarang, dan Masa depan adalah hak mutlak skenarioNya. Cerita ini untuk seseorang yang hadir dalam hidup gue sebagai masa lalu tapi bukan untuk masa depan gue.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUGAR SUGAR LOVE (TAMAT)
  • Psikopat Digital? [End]
  • Love for Autumn
  • Singgasana Hati
  • Dear Future (new version)
  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • CERITA KITA S2 [DELSHEL]
  • 30 days to find love
  • ZiAron [END]
  • Between Us

Seorang pendengki, pemarah, dan tidak tahu diri. Itulah diriku pada kehidupan pertama. Lantas pada kehidupan kedua aku belajar dari pengalaman: berhenti iri terhadap kehidupan orang lain, berusaha menerima segalanya dengan sudut pandang baru, bersekolah, lulus dengan nilai memuaskan, dan menjadi wartawan. Akan tetapi, ketika kehidupan membaik roda nasib justru menggilasku. Sekali lagi mencicipi dinginnya maut. Kupikir akan terlempar ke dimensi lain dan menjalani kehidupan baru. Namun, salah! Aku kembali ke kehidupan awalku sebagai Nana, putri adopsi keluarga Austen. Sialan! Eh tunggu dulu. Sepertinya aku baru menciptakan sedikit kerusuhan-ahahaha! Oke, saatnya mengumpulkan uang. Tidak ada salahnya meninggalkan keluarga Austen sebelum pemuja Joana, putri kandung keluarga Austen, membunuhku. Persetan dengan mereka semua. Masa bodoh dengan para nona kaya yang ingin menyingkirkan Joana. Aku muak! Sudah saatnya memikirkan diri sendiri (dengan cara sehat) dan ucapkan perpisahan. √ Berhenti mengejar cowok yang tidak mau membalas cintaku. √ Mengumpulkan uang. √ Saatnya menikmati mode pengangguran makmur. Selamat tinggal kemelaratan, rendah diri, dan masalah hidup! Aku mau jadi cewek bahagia! Bye!

More details
WpActionLinkContent Guidelines