Kita, adalah Tanda Koma

Kita, adalah Tanda Koma

  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 24, 2024
Benci menjadi kagum, kemudian waktu mengubahnya menjadi suka. Dan siapa yang menyangka bahwa semesta secara ajaib merubah rasa suka menjadi cinta. Asha, perempuan pecinta buku yang akhirnya dapat merasakan jatuh cinta pada lelaki dingin berinisial W yang juga suka buku. Asha merasa jiwanya dengan jiwa sang pria memiliki banyak kesamaan. Namun apalah daya, bila rasa cinta yang tumbuh dalam hati Asha hanya tersemat dalam tatap dan doanya yang diam-diam. Mungkinkah lelaki itu dapat menyadarinya kelak? Kisah cinta mereka seperti tanda koma, ada sedikit jeda tetapi harapan mereka sama. Semoga berlanjut pada pertemuan berikutnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Awas Jatuh Cinta
  • Me And Arza [REVISI]
  • Sengaja
  • Hiraeth to Everlasting Sun
  • From Injun To Renjun [ End ]
  • ALEXITHYMIA IN LOVE
  • [BL] Rasa yang Tak Terduga
  • BE OURS - NORENMIN
  • Another Life
  • Sang Dewa

"Lo lupa, Vyora? Dulu pas kecil lo main nikah-nikahan sama gue. Inget kita belum cerei." "Hah?! YANG BENER AJA, ZAVIO?!" *** Bagi Vyora, jatuh cinta adalah risiko paling berbahaya. Sekali terluka sudah cukup dan dia tak berniat mengulang kesalahan yang sama. Karena itu, Vyora kira masuk ke SMA Kartanama Bangsa, sekolah favorit dengan murid-muridnya yang pintar, adalah pilihan aman. Nyatanya, itu awal dari kekacauan. Di sana ada Zavio. Cowok menyebalkan yang entah kenapa selalu mengusik hidupnya, seolah Vyora adalah musuh lamanya. Belum sempat bernapas, Vyora malah terseret urusan Olpres Karsa---kelompok siswa berprestasi berkedok ekstrakurikuler kebanggaan sekolah---yang diam-diam terlibat persaingan antar sekolah. Semakin dalam Vyora menggali kebenaran, semakin jelas satu fakta mengerikan---semua kekacauan ini berakar padanya. Di tengah tekanan dan rahasia yang saling bertabrakan, Vyora mulai menyadari bahwa perasaan bukan sesuatu yang bisa dia kendalikan sepenuhnya. Katanya benci dan cinta itu bedanya cuma sedikit, setipis kulit bawang. Kalau terlalu cinta bisa jadi benci. Juga sebaliknya, kalau terlalu benci bisa berubah jadi cinta. Jadi, sebelum perasaan itu tumbuh terlalu jauh... awas jatuh cinta, ya!

More details
WpActionLinkContent Guidelines