BAGASKARA FAMILLY

BAGASKARA FAMILLY

  • WpView
    GELESEN 92
  • WpVote
    Stimmen 7
  • WpPart
    Teile 2
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert So., Jan. 7, 2024
Ghazam Bagaskara adalah duda anak 8. Ghzam mendidik semua anaknya untuk berbicara sopan kepada orang yang lebih tua dari mereka, walaupun mereka lahir dari keluarga mafia tapi jangan di tanyakan lagi attitude mereka. Ghazam membesarkan anak - anaknya seorang diri tanpa istri. Istrinya telah meninggal saat melahirkan anak terakhirnya. Namun, karena tragedi satu tahun yang lalu membuat keluarga Ghazam di teror habis - habis oleh orang yang membenci keluarga mereka karena sebuah kesalah pahaman. Apakah Kesalahan pahaman ini bisa dibuktikan oleh keluarga Ghazam?
Alle Rechte vorbehalten
#720
gangster
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • DANADYAKSA
  • Kepingan Dirham
  • Duda Tampan Itu Suamiku (Kookmin GS)
  • Jangan Menilai Buku Dari Sampul
  • HIDUP DALAM BAYANG²
  • Badboy  dan gadis mafia
  • The Carsena
  • IGNIS
  • DERREN'S STORY {END}

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien