
Menyusuri jalanan di sore hari, di kala badan terasa letih tidak pernah sekalipun ia lewatkan setiap hari nya. Hidup memang terasa membosankan dan terlalu monoton baginya. Ingin mati pun dia enggan juga bingung, mati itu seperti apa? Dan apa yang akan dia lakukan di alam sana ketika telah mati? Dasar konyol! Tentu saja ia akan disiksa atas segala dosanya di dunia ini, paling tidak dia bisa tidur nyenyak jika ada kebaikan yang dia lakukan. Itulah yang ia bayangkan ketika kematian sudah di depan mata saat dirinya berusaha menyelamatkan seorang gadis remaja yang hampir tertembak. Dia masih ingat dengan jelas kalau namanya adalah Rasya. Rasya Rahendra. Tapi, kenapa mereka memanggilnya Ren? Renza Yudasama?Alle Rechte vorbehalten
1 Kapitel