Broken melodies

Broken melodies

  • WpView
    Membaca 1,479
  • WpVote
    Vote 106
  • WpPart
    Bab 14
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jun 29, 2025
Kepada siapa kami harus bercerita? Pada Bapak dan Ibu yang sibuk menata masa depan, atau pada dunia yang tak pernah benar-benar mendengar? Pada akhirnya, kami hanya punya satu sama lain, meski seringkali tak tahu cara berbagi beban. Ini tentang kami- Tentang pertemanan yang tak selalu sempurna, tentang kata-kata yang tak selalu terucap, tentang luka yang ditutupi tawa, dan tentang bahu yang tetap ada saat semuanya terasa berat. Kami berjalan, meski arah sering kabur. Kami tertawa, meski ada yang ingin ditangisi. Kami bertahan, bukan karena kuat, tapi karena kami tak ingin menyerah sendirian. Hello, everyone! Ini aku buat sebagai bentuk perpisahan... maybe? Gak tahu juga, yang jelas aku cuma ingin menulis sesuatu yang bisa jadi kenangan tentang masa SMA. Diharapkan keaktifan pembaca untuk vote dan komentar, ya! Biar cerita ini makin hidup, aku butuh pendapat kalian semua. Ini murni dari pikiranku sendiri, no plagiarisme! Jadi, setiap kata yang kalian baca adalah hasil dari ingatan, pengalaman, dan imajinasi yang aku tuangkan. Bantu target 20K, dong! Let's make this story worth remembering. ✨
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#673
selfimprovement
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • NAVILLERA
  • Friendzone?
  • 'ɪɴ ᴍʏ ᴅʀᴇᴀᴍ...~𝙹𝚎𝚗𝚁𝚒𝚗𝚊 (𝐂𝐨𝐦𝐩𝐥𝐞𝐭𝐞𝐝) ✅
  • GEVRONZ
  • Cemara milik kita || nct dream (Terbit)✔
  • Maaf Dari Julian - Park Jisung [END]
  • Perihal Sandwich(End)
  • [NCT DREAM] Seven Boys In My Life || arasweetstrawberry ✔
  • Jangan Pergi Kakak!! [END] ✔️
NAVILLERA

Aku memang tidak pandai mengarang kata-kata. Guratan tinta diatas kertas sekarang terjadi dengan sendirinya sesaat kamu melintas dipikiran ku. Aku rindu kak. Rindu kita. Aku memang tidak pernah membuat sajak. Tidak mahir seperti kamu yang serba tau. Aku juga bukanlah orang yang puitis, tidak seperti kamu yang serba bisa. Sekarang tolong terimalah sajak pertama ku yang kamu desak untuk kubuat. Judulnya memang sederhana, isinya juga mungkin biasa saja tapi kurasa itu cocok denganmu. Semoga kamu membacanya dari tempat kamu berdiri... ...meski entah dimana. ©Navillera__17 2024

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan