ANASTASYA

ANASTASYA

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 4, 2023
Queen Anastasya Elbaran Anak kedua sekaligus anak bungsu dari keluarga Jonvando Elbaran (ayahnya) dan Dina Mariana Elbaran (ibunya) dan memiliki seorang kakak laki-laki yg sering ia panggil Abang Ren,yang memiliki nama lengkap Zohan Reno Elbaran Kehidupan keluarga Cemara yang bahagia selama 8 tahun Tasya sebutannya,hidup bahagia bersama Sebuah tragedi maut pada saat umur Tasya akan menginjak 9 tahun,sehari sebelum ulang tahunnya satu keluarga ini ingin pergi ke pantai untuk mewujudkan keinginan putri kecilnya yaitu Tasya namun,na'as Sebuah tragedi kecelakaan beruntun terjadi hingga puluhan nyawa terluka bahkan melayang Keluarga kecil Elbaran termasuk dalam kecelakaan itu hingga membuat mereka dirawat di rumah sakit,hingga nyawa kedua orang tua Tasya meninggal dunia tepat di hari ulang tahunnya,hari ulang tahun yang seharusnya bahagia bersama di pantai justru menangis pilu dan menjadi duka hebat di hati Reno dan Tasya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Bercerita
  • "Rahasia Yang Tersembunyi"
  • How about me? (Jaeren)
  • Terluka
  • Jung Haechan
  • Living Conditions BROKEN HOME
  • Aresya Audi ΔEndΔ
  • Tujuh Hati, Satu Rumah
  • Cinta Anak Broken Home
  • Ibu Aku Masih Butuh Pundakmu

Reivan Artha Aksara atau Aksa, adalah anak bungsu yang lahir tepat di hari kematian ibunya. Sejak hari itu, ia dituduh sebagai pembawa sial. Ayahnya, Aji, tak pernah benar-benar memandangnya sebagai anak. Kakaknya, Andrinna, tumbuh dengan kebencian yang sama. Di dalam rumahnya sendiri, Aksa adalah asing. Namun, Aksa tidak pernah berhenti berharap. Dalam diamnya, ia belajar mencintai mereka yang membencinya. Dalam sakitnya, ia tetap berjuang untuk membuat keluarganya utuh kembali. Ia menyimpan penyakit ginjal yang dideritanya sejak remaja, menyembunyikan tangisnya dalam surat-surat dan halaman diary, sambil terus belajar menjadi kuat. Hidup membawanya ke Belanda sebagai siswa pertukaran pelajar-jauh dari rumah, jauh dari luka, tetapi dekat dengan cahaya baru. Di negeri asing itu, Aksa menemukan arti keluarga melalui teman-temannya, tawa yang jujur, dan cinta yang tulus. Namun takdir memiliki jalan lain. Penyakitnya kembali menyerang, dan di tengah perjuangan hidup dan mati, rahasia-rahasia masa lalu pun terungkap sang guru les yang selama ini membantunya ternyata adalah simpanan sang ayah. Semua luka yang tak pernah sembuh akhirnya berdarah kembali. Di saat-saat terakhir, Aksa memilih untuk memaafkan. Ia memberi pesan damai kepada semua yang menyakitinya, bahkan kepada ayah dan ibu tirinya. Ia ingin keluarganya tetap bersama, meski tanpa dirinya. Dan dengan senyum yang tulus, Aksa pergi... membawa semua luka, namun meninggalkan cinta. "Aku tak hidup lama, tapi aku hidup dengan sungguh-sungguh."

More details
WpActionLinkContent Guidelines