KESEMPATAN KEDUA ( SLOW UPDATE )

KESEMPATAN KEDUA ( SLOW UPDATE )

  • WpView
    Reads 444
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 20, 2026
WpInfo
Fanfic
NCT
Don't ask too many questions, if you read, then just read. KESEMPATAN KEDUA. Dunia ini memang begini, dimana kita selalu dijadikan untuk dipaksakan untuk menjadi yang terbaik dalam sesuatu tindakan. Bisakah dalam hidup ini kita bisa memilih takdirku sendiri. "Bian, apa yang kamu lakukan ?. " "Ouh, seperti biasa aku memetik buah jeruk dan aku memanjatnya namun aku kesulitan untuk turun. " "Akhhhh kau ini, cepat turun aku bantu kamu. " Dunia ini sangat jahat, sehingga aku lupa rasanya bahagia ~ Abian Dewantara. Mahluk manis itu adalah milikku ~ Brian Argantara. Siapa itu mahluk rendahan yang mau bersaing dengan ku ~ Elzeva Emanuel.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Horibble Woman (END)
  • Transmigrasi : Alta Jayendra Bimantara [𝙏𝙚𝙧𝙗𝙞𝙩]
  • OUR PROMISE
  • AETERNA  | Selesai✓
  • RIAN OR LIAN
  • CHAVANDA (End)
  • Aku Masih Percaya Cinta
  • Karena Kamu Rumahnya
  • FRAGMENT (From ALTERITY)

YANG MASIH DI BAWAH 19+ SKIP CEIRTANYA, DISINI ADA BEBERAPA ADEGAN YANG MENGANDUNG 🔞 Bagaimana jadinya jika musuh berubah menjadi seseorang yang kita cintai? "A collection of weak earthworms!" ucapnya sinis seraya mengacungkan jempol kebalik. Sang ketua dan juga anggota DAREDEVIL lainnya tercengang mendengar ejekan itu. Terutama ketua dari mereka, Alexander Galaxi. Tangannya mengepal hingga kuku-kukunya memutih menahan amarah. "Tuh orang siapa sih, gak ada peting beliung dateng-dateng jadi pengacau." ucap Bima Bastian anggota dari geng Alexander. "Nyari mati mungkin!" tukas cowok yang bernama Bagas Raymond. Senyum mengejek terpancar di balik masker itu. Aura kekejaman dan dendam telah membutakannya. Dendam yang sudah lama ia pendam, dan sudah saatnya dia membalaskan semua pada orang-orang sampah itu. "Musuh baru." ucap Alexander dingin. [CERITA INI MENGANDUNG KATA-KATA KASAR, PENUH KEKERASAN, PELECEHAN. HARAP BIJAK UNTUK MEMBACA.]

More details
WpActionLinkContent Guidelines