TAK INGIN USAI | Pierre Tendean

TAK INGIN USAI | Pierre Tendean

  • WpView
    Reads 26,411
  • WpVote
    Votes 2,098
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 16, 2024
WpInfo
Fiction
Historical
Terlalu ambis akan sejarah, Karin selalu berharap agar dapat diberi kesempatan untuk merasakan yang namanya Time Travel. Terlalu mustahil untuk pemikiran di era modern ini, tapi itu yang Karin alami. Karin berada di zona waktu itu, dimana ia dapat merasakan euforia tahun 1965- termasuk merasakan euforia mencintai dan dicintai oleh salah seorang yang menjadi korban peristiwa 65. Selami lebih dalam kisahnya agar bisa bertemu dengan Karin & Pierre. Murni imajinasi penulis. ©itsmepurayy_ wall by canva
All Rights Reserved
#5
pierre
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RAJASANAGARA [ REVISI ]
  • Elizabeth's Past (Discontinued)
  • Salah Paham [TAMAT]
  • The Time When We Fell In Love
  • TimeLine : Love For REAL
  • Ujung Waktu
  • (Book 1) Gadis Yang Terlempar Ke Bhumi Javacekwara (END)
  • Me, the Adjutant's Lover (Pindah ke Karyakarsa)
  • Aku, Kamu, dan Waktu. [END]

Tengah pusaran waktu yang tak kenal ampun, Kenzie Astrid Prameswari, wanita abad ke-21, psikolog berkewarganegaraan Belanda, darah Jawa Tengah yang mengalir deras, turunan Mataram, separuh Majapahit, menelan kepahitan terusir, usir dari sarang pelariannya, luka berputus asmara dengan mantan pacarnya masih membara. Kembali ke Tanah Air, ia tercebur lumpur panas yang mengikatnya, nekat kuat melarikan diri dari bayang-bayang kenangan. Pelarian keduanya membawanya ke Mojokerto, tempat Eyang Soeraja menabur kasih, dua hari beradaptasi dengan irama Jawa Timur, hingga senar-senar hati mulai bergetar. Tembang ladrang mengalun, telinga Kenzie berdenging, suara permohonan maaf yang tak terjawab, harmoni Asmaraloka yang tak tergapai. Terpleset area pemandian, tubuhnya terseret pusaran air, memasuki gerbang Sandyakala, Babad Mahacinta, kisah pahit cinta putri seorang Senopati dan Hayam Wuruk, Sang Maharaja Sri Rajasanagara Wilwatikta. Namun, jiwa Kenzie telah pergi, meninggalkan labuhan bunga Ayodya, melahirkan jiwa baru yang mengubah lembaran takdir... Indonesia, ranahasmoro. ©(2025) [ Perlu diingat bahwa cerita ini merupakan karya fiksi dan fantasi. Beberapa elemen mungkin tidak sesuai dengan sejarah atau kenyataan. Hak cipta dilindungi. ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines