TAK INGIN USAI | Pierre Tendean

TAK INGIN USAI | Pierre Tendean

  • WpView
    Reads 25,913
  • WpVote
    Votes 2,096
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 16, 2024
Terlalu ambis akan sejarah, Karin selalu berharap agar dapat diberi kesempatan untuk merasakan yang namanya Time Travel. Terlalu mustahil untuk pemikiran di era modern ini, tapi itu yang Karin alami. Karin berada di zona waktu itu, dimana ia dapat merasakan euforia tahun 1965- termasuk merasakan euforia mencintai dan dicintai oleh salah seorang yang menjadi korban peristiwa 65. Selami lebih dalam kisahnya agar bisa bertemu dengan Karin & Pierre. Murni imajinasi penulis. ©itsmepurayy_ wall by canva
All Rights Reserved
#163
ajudan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [SELESAI] Cœur de Soldat (Pierre Tendean Fanfic)
  • Dalam Dekapan Oktober | Pierre Tendean
  • The Time When We Fell In Love
  • 𝕻𝖆𝖘𝖙 𝕺𝖗 𝕱𝖚𝖙𝖚𝖗𝖊 1965 𝖔𝖗 2025.
  • Me, the Adjutant's Lover (Pindah ke Karyakarsa)
  • Aku, Kamu, dan Waktu. [END]
  • Rania van Batavia [✔️]
  • Ujung Waktu
  • Time's Drift

Dalam balutan romansa dan keteguhan hati, kisah ini mengikuti perjalanan cinta Arin, seorang guru sederhana dari Magelang, dan Pierre, seorang perwira muda yang menjabat sebagai ajudan Jenderal Nasution. Kisah mereka berawal dari restu yang sulit didapat, perbedaan latar belakang yang mencolok, hingga adaptasi Arin dengan dunia militer yang asing dan penuh disiplin. Ketika badai politik 1965 menerjang, cinta mereka diuji habis-habisan. Firasat kuat Arin dan langkah berani Pierre menyelamatkan mereka dari tragedi yang memilukan, meskipun meninggalkan luka fisik dan batin yang tak terhapuskan. Di tengah kekacauan dan kewaspadaan, kehamilan Arin membawa secercah harapan, melahirkan Lio Arkananta Tendean, putra mereka yang menjadi simbol kebahagiaan dan kekuatan. Kisah ini adalah potret tentang cinta yang tumbuh di tengah keterbatasan, kesetiaan di bawah tekanan, dan harapan yang tak pernah padam dalam menghadapi gejolak sejarah. Dari malam-malam penuh ketegangan hingga tawa riang bersama Ade Irma, dari ujian kesabaran hingga momen haru melahirkan, Arin dan Pierre membuktikan bahwa ikatan keluarga dan keyakinan adalah jangkar terkuat di tengah badai kehidupan. ©coretanamel

More details
WpActionLinkContent Guidelines