HAPPY ENDING || ARSYI

HAPPY ENDING || ARSYI

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 26, 2023
Anggia Arsyi Apriliani seorang gadis berusia 16 Tahun yang sebentar lagi akan naik ke kelas Sebelas. Arsyi bukanlah gadis cupu, gadis bodoh, yang suka di bully atau gadis centil yang di benci banyak orang. Perkenalkan seorang gadis dengan pikiran realistis, terlihat tidak banyak beban, dan sangat menikmati alur hidupnya. Tapi itu hanya ada dalam pikiran orang orang di sekitarnya, bukannya hidup itu adil? Begitupun dengan Arsyi dia memang menikmati kehidupannya tapi di sisi lain ia juga tulang punggung keluarga, ia harus membesarkan seorang adik dengan keringatnya sendiri. Menikmati dalam kamus Arsyi adalah, menerima takdir dengan lapang dada dan menjalankannya dengan ikhlas. Apalagi di saat dirinya lelah karena pekerjaan, ia pulang dengan membawa makanan di tangannya dan adiknya akan menunggu dan membukakan pintu dengan semyum manis terpatri di wajah sang adik, seketika rasa lelahnya akan hilang dan digantikan dengan rasa bahagia. -----Happy Ending-----
All Rights Reserved
#105
mandiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MEISYA
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Anna's Secret [END]
  • Goodbye
  • ANTARKA [END]
  • Cansu
  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • [2] Stepb: The Other Sin ✔
  • Air Mata Elara
  • ASYHILA(COMPLETED)
MEISYA

"Papa, sepatunya kena wajah Meisya ...." "Cukup, Pa!" "Papa, Meisya kesakitan sekarang." "Meisya minta maaf." "Meisya mohon maafin Meisya ...." "Pa, kaki Meisya perih ...." "Tangan Mei juga perih, Pa." "Meisya gak akan bolos lagi, Pa. Meisya janji." "Semuanya sakit, Pa. Peluk Meisya saat kesakitan, Pa," pinta Meisya dengan bergetar. ---><--- Meisya Keyrila Cheryl, gadis kelas sebelas yang hidup dengan penuh rasa sakit. Sakit fisik, dan juga hatinya. Orangtuanya yang tak menganggapnya ada sangat membuatnya merasa benar-benar tak dianggap di keluarganya. Meisya hanya hidup bersama tiga kakaknya yang menyayanginya. Tapi karena suatu masalah, kakaknya menjauh dan membencinya. Bahkan tak jauh berbeda dengan orangtuanya yang tak menganggapnya ada. Walaupun begitu, Meisya begitu bersyukur karena ada laki-laki yang selalu ada untuknya. Menjaganya dan bersikap seolah Meisya adalah adiknya, walau dalam hatinya menyimpan rasa yang lebih. Siapakah laki-laki itu? Lalu penderitaan apalagi yang dialami Meisya? ---><--- Jangan plagiat ya, Sayang! Dosa loh!! Jangan lupa tinggalkan jejak!💙

More details
WpActionLinkContent Guidelines