Janneva Aqsa Lalitha, seorang mahasiswi semester akhir di Universitas Aksara Bangsa. Meski tergolong masih muda, kesibukan Aqsa terkadang bisa setara dengan seorang Wali Kota. Aqsa, seorang gadis yang pendiam yang meskipun batinnya ceriwis, dan terkadang pembangkang. Dia juga gadis mandiri, cerdas, aktif dan BUCIN (buta cinta).
Dilain sisi, Aqsa manja, cengeng, dingin dan jutek. Hingga pada suatu hari, perang batin menghampiri hari-harinya yang sibuk sebagai Remaja Duta Budaya.
"gue capek banget Citra," keluhnya.
"idih apaan sih Sa, panggil gue Citra, ulang!" tegas Abhi.
"astaga, nama lo kan Raqeesha Citra Abhinaya," pungkasnya.
Abhi melirik tegas, "iya Jan, iya,"
"heh enak aja lo, Jan, Jan, emang gue Ojan?"
"makanya panggil gue yang bener!" Abhi mendengus kesal.
Sebagai mahasiswi pindahan yang baru saja 3 bulan berada di lingkungan Kampus Aksara Bangsa, tidak membuat Raqeesha Citra Abhinaya kesulitan bergaul, meskipun di bulan pertama dia harus menjadi manusia pendiam, tapi semua berubah ketika semesta mempertemukannya dengan Aqsa. Abhi, sangat tidak suka dipanggil dengan sebutan Citra, karena baginya, nama Citra terlalu "girly" untuk cewek tomboy macam dirinya.
"jadi gimana, sa? Ini, lo beneran mau nikah setelah Wisuda? Gak mau daftar S2 atau kerja di tempat mas-mas rambut mohawk itu? Lo gak takut bakal open order seblak mbak Janneva, 'kan?" ungkap Abhi dengan segala kekhawatirannya yang sedikit lebay.
Edgar merasa beruntung memiliki Flora sebagai kekasihnya. Tak peduli jika Flora adalah gadis nerd disekolahnya.
Hanya orang bodoh yang tak menyadari betapa sempurnanya seorang Flora Ayumi Maharani.