We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
PELABUHAN DAN TELUNG

PELABUHAN DAN TELUNG

  • WpView
    Reads 139
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 26, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Ada suatu kisah dimana sepasang anak manusia yang mempunyai luka tentang keluarga, masa depan,dan kehidupan. Mereka dipaksa kuat oleh keadaan, dipaksa tegar oleh dunia, tapi dunia mengecewakan mereka berdua. Mereka di pertemukan dengan keadaan yang kurang tepat, sampai pada akhrnya kisah mereka berujung tragis, dimana salah satunya harus pergi meninggalkan padahal keduanya tau mereka sudah menemukan rumah yang tepat,untuk menguatkan satu sama lain. Dan yah.. pada akhirnya kisah mereka usai ... Pelabuhan itu menjadi saksi bisu tentang bahagianya sepasang anak manusia itu mengukir canda dan tawanya, sebelum semuanya itu usai. Ada satu kata yang terselip dibenak mereka saat itu "Kenapa tidak dari dulu kita di pertemukan, sebelum kita benar-benar menjadi asing seperti sekarang" dunia memang sebercanda itu :)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • The Last Two
  • Gear bracelett and Key necklace (Mpreg)
  • Cahaya Dari Luka
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)
  • musuh jadi cinta [AND]
  • " 𝑺𝒌𝒚-𝑹𝒂𝒊𝒏 𝑺𝒆𝒓𝒊𝒆𝒔 𝑨𝒏𝒅 "
  • Kesedihan [SELESAI]
  • Eliinaa
  • Rumah Tanpa Jendela (HIATUS)

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines