Kita Tak Terbatas

Kita Tak Terbatas

  • WpView
    Membaca 11
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Jun 26, 2023
Pernahkah kau menyukai seseorang yang tak akan pernah menyukai apa pun, selamanya? "Dengar," kata Rey Pionardus menatapku. "Aku sudah memikirkan segalanya. Sebaiknya semestaku dan semestamu berada di jarak tak terbatas untuk mencegah ledakan-ledakan yang mengincar kita berdua. Aku ingin kita tetap ada dan dibatasi bentangan jarak yang tak terbatas." "Tidak," jawabku kesal. "Aku akan membuatnya terkendali, Rey. Karena kita tak terbatas." "Kekagumanku atas dirimu juga tak terbatas." "HENTIKAN, BANGSAT!" ujarku. "Berhenti, kumohon. Berhenti memberiku isyarat untuk maju jika pada akhirnya kau tahu bahwa aku sama sekali tidak ada kesempatan." "Lana, dengar-" ucapnya, namun aku memotongnya dan lagi-lagi menepis tangannya. "Semestamu membingungkan," kataku. "Kau hanya nggak boleh memberikan harapan ke seseorang dan membumihanguskan harapan itu sesukamu!" |Novel ini berisi kata-kata keras seperti sumpah serapah di kalangan remaja tanggung.|
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#10
lanadelrey
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Never Be The Same
  • GOO (END)
  • No Longer Mate
  • HALOALKANA
  • Keano
  • About You Radit! (Selesai + Revisi)
  • FATAMORA 2 [ bxb | pondphuwin | END ]

Aku dan kau, kita adalah dua bintang di galaksi yang sama, namun berada pada orbit yang tak pernah berpotongan. Kita bersinar di langit yang sama, berbagi malam yang sama, tetapi tak pernah bisa saling menyentuh. Alasya dan Rey, dua jiwa yang tersesat di antara perasaan dan takdir yang tak bisa mereka kendalikan. Setiap detik di antara mereka adalah ketidakpastian, seakan senja selalu berhenti pada titik di mana mereka bisa bertemu, tetapi tak bisa bersatu. Bagi Alasya, cinta adalah perasaan yang hadir tanpa diminta, namun selalu berakhir dengan pengorbanan. Sedangkan bagi Rey, cinta adalah mimpi yang ingin ia genggam, tetapi selalu lepas seperti pasir di sela jemari. Suatu hari, Rey berbisik, "Aku mencintaimu." Tapi apakah kata itu cukup? Apakah satu kata mampu menghapus segala jarak di antara mereka? Mampukah kata itu mengubah takdir mereka? Alasya dan Rey harus memilih: bertahan dalam keheningan yang aman atau melawan takdir, meski tak ada jaminan akan bahagia. Akankah mereka berani mengubah garis hidup yang telah dituliskan, atau justru membiarkan perasaan mereka menjadi kenangan senja yang tak sempurna?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan