Kita Tak Terbatas

Kita Tak Terbatas

  • WpView
    LECTURAS 11
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, jun 26, 2023
Pernahkah kau menyukai seseorang yang tak akan pernah menyukai apa pun, selamanya? "Dengar," kata Rey Pionardus menatapku. "Aku sudah memikirkan segalanya. Sebaiknya semestaku dan semestamu berada di jarak tak terbatas untuk mencegah ledakan-ledakan yang mengincar kita berdua. Aku ingin kita tetap ada dan dibatasi bentangan jarak yang tak terbatas." "Tidak," jawabku kesal. "Aku akan membuatnya terkendali, Rey. Karena kita tak terbatas." "Kekagumanku atas dirimu juga tak terbatas." "HENTIKAN, BANGSAT!" ujarku. "Berhenti, kumohon. Berhenti memberiku isyarat untuk maju jika pada akhirnya kau tahu bahwa aku sama sekali tidak ada kesempatan." "Lana, dengar-" ucapnya, namun aku memotongnya dan lagi-lagi menepis tangannya. "Semestamu membingungkan," kataku. "Kau hanya nggak boleh memberikan harapan ke seseorang dan membumihanguskan harapan itu sesukamu!" |Novel ini berisi kata-kata keras seperti sumpah serapah di kalangan remaja tanggung.|
Todos los derechos reservados
#10
lanadelrey
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Keano
  • No Longer Mate
  • GOO (END)
  • HALOALKANA
  • About You Radit! (Selesai + Revisi)
  • FATAMORA 2 [ bxb | pondphuwin | END ]
Keano

[ COMPLETED ] "Della." Della membalikan tubuhnya dan melihat kearah suara yang memanggilnya tapi dia tidak menemukan siapapun disana. "Gue disini." Della tersentak kaget saat menyadari pemilik suara itu dan saat ini pemilik suara itu ada dihadapannya. Della menelan ludahnya dengan susah payah. "Kak Ken?" Lelaki dihadapannya hanya tersenyum sambil menatap lurus mata Della. "Lo jangan terlalu menyayangi seseorang apalagi lo gak pernah tau bagaimana perasaan orang yang lo sayangi itu." Della masih diam dengan segala kebingungannya saat ini. "Mak-maksud..lo?" Sekali lagi Ken tersenyum dan menepuk lembut pundak Della. "Jangan bodoh hanya karena lo terlalu cinta sama orang." *** Seiring berjalannya waktu perasaan itu semakin tidak bisa aku kuasai. Perasaanku sudah menguasai diriku. Tidak pernah aku menyadari satu hal bahwa aku ingin memilikimu aku selalu mengharapkanmu. Tapi aku sadar memilikimu hanyalah angan semata. *** Mungkin bagi dia aku bukanlah siapa-siapa. Tapi bagiku dia adalah sosok yang begitu sempurna. Dia adalah cowok yang berbeda, sejak pertama kali aku melihatnya aku sudah dibuat kagum dengan sikap ramahnya. Apa yang kalian pikirkan ketika mendengar cinta pada pandangan pertama?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido