Story cover for CLASSMATE by comel_chamomile
CLASSMATE
  • WpView
    LECTURES 24
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Chapitres 1
  • WpView
    LECTURES 24
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Chapitres 1
En cours d'écriture, Publié initialement juin 27, 2023
Amanda mikela, kerap di panggil anda  merupakan sosok yang ceria dan penuh energi. Namun semua itu seketika hilang Karna sosok yang membuatnya ceria dan bahagia juga menghilang dari muka bumi ini. Menurutnya, hidupnyalah yang paling menderita, hidupnya lah yang penuh dengan duka. Tapi ia tidak sadar masih ada langit di atas langit. Bagaimana dengan kisah sahabatnya tersebut? Yang sering sakit dan merasa kesepian, hanya ada dirinya dan teman-teman lainnya yang dapat menguatkan.

Ini bukan hanya kisah anda, namun ini juga kisah dia.
Tous Droits Réservés

1 chapitre

Inscrivez-vous pour ajouter CLASSMATE à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#187kenyataan
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
C, écrit par IniAku-BukanKamu
27 chapitres Terminé
"Drama banget hidup gue. Bahkan sinetron azab pun tidak semenyedihkan ini, sial." Gadis itu menunduk, melihat ke bawah dengan tatapan kalut. Kemudian ia menatap ke atas langit, hujan, tak ada bintang. Hanya ada langit gelap yang sesekali menjadi begitu terang karena kilatan petir. "Mak, kenapa nggak ajak Clara sekalian, sih?" lirih gadis itu membiarkan air hujan menerpa wajahnya yang penuh luka lebam. Bahkan tetesan air di tangannya berubah menjadi kemerahan, bercampur dengan darah. Ia tak menangis, lebih tepatnya sudah lama ia tidak bisa menangis. Sebelum memutuskan keluar di tengah hujan lebat, ia menikmati kesendirian yang menyakitkan di emperan ruko tak jauh dari jembatan ini. Sendiri yang begitu sakit karena dadanya yang sesak dan tangannya yang tak berhenti mengeluarkan darah yang bersumber dari sayatan yang ia buat sendiri. Ia kembali menundukkan kepala. Memejamkan mata erat, membiarkan rasa sakit fisik dan mentalnya bersatu dengan gumuruh suara petir. Mungkin, ini terkahir kalinya ia menikmati rasa sakit itu. Karena ia memilih untuk, menyerah. "Lo gila?!" Gadis itu membuka kembali matanya, tangannya semakin terasa perih karena terbentur aspal jembatan. Tak lain karena dorongan pemuda yang saat ini menatap tajam ke arahnya. Ia mengerjap bingung. Mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi. "Lo mau bunuh diri, hah!?" Sentakan pemuda itu membuat dia sadar, ia gagal. Gagal untuk mengakhiri penderitaannya malam ini. Menyadari hal itu membuatnya tanpa sadar meneteskan air mata. Entah ia harus bersyukur atau justru menyalahkan pemuda yang saat ini berjongkok di hadapannya. Pemuda yang membuat percobaan bunuh dirinya malam ini gagal total. Jadi ia masih harus melanjutkan hidupnya yang menyedihkan ini?
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 9
Happy Ending cover
Sweet but Psycho cover
DEAR RAGA  cover
CINTA SEJATI, PENUH MISTERI cover
Narasi patah hati cover
BLACK PAPER cover
Samudra Rembulan cover
Antara Langit Dan Perasaan  cover
C cover

Happy Ending

50 chapitres En cours d'écriture Contenu pour adultes

Kebahagiaan menjadi tolak ukur bukan karena absolut atau seragam bagi setiap orang, melainkan karena merefleksikan kemampuan seseorang untuk menerima, berdamai, dan tumbuh bersama realita yang dihadapi. Bukan sekadar tawa di permukaan, tetapi ketenangan batin yang muncul saat seseorang mampu memaafkan dirinya sendiri, menerima ketidaksempurnaan, dan terus melangkah tanpa kehilangan harapan meski dunia tidak selalu sesuai dengan yang diharapkan. Bukan tentang 'aku' dan 'kamu' yang terpisah, melainkan tentang 'kita' yang bersama-sama mengarungi labirin kehidupan, membangun keluarga sebagai mikrokosmos dari eksistensi bersama. Ini adalah kisah Asen dan Nistara, yang berkelana dengan hati mereka masing-masing. *** Cerita ini terinspirasi dari kisah nyata dalam beberapa kasusnya. Namun, seluruh detail seperti alur cerita, nama tokoh, profesi, institusi, lokasi, dan peristiwa telah sepenuhnya dimodifikasi oleh penulis sebagai karya fiksi. Jika terdapat kesamaan dengan kejadian atau individu tertentu, hal tersebut murni kebetulan dan tidak disengaja. Oleh karena itu, penulis memohon maaf dan berharap cerita ini disikapi dengan bijak, terimakasih. DON'T COPY MY STORY!