Putu Pitu
  • WpView
    LECTURAS 257
  • WpVote
    Votos 79
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, ago 28, 2023
Menceritakan kisah seorang anak laki-laki, cucu ketujuh dari seorang paranormal yang terkenal di provinsi itu. Kakeknya dulu pernah melawan sesosok mahluk tak kasat mata. Dalam pertarungan mereka itu berakhir imbang. Namun sosok mahluk tak kasat mata tersebut merasa harga dirinya telah diinjak-injak dan ia pun bersumpah. Bahwa "jika kau memiliki anak atau cucu ketujuh aku akan mengambil jiwa anak itu. Akan kubuat dia menjadi miliku, dan selamanya akan kubuat dia melayaniku. Ingat itu, semua karena kebodohanmu telah mengganggu kerajaanku" Sang kakek pun merasa khawatir. Saat ia mengetahui bahwa cucu ketujuhnya akan lahir. Tanpa sepengetahuan anak itu. Ia memberikan sebuah jimat yang berisi roh/khodam kepada dirinya. Ketika ia memasuki umur 15 tahun. Sang kakek mengasingkan dia ke Ibukota berharap cucunya dapat terhindar dari ancaman mahluk tak kasat mata tersebut.
Todos los derechos reservados
#310
paranormal
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Crystal!
  • Outcast Castel
  • RESURGERE: The Andalas of Nusan [CH]
  • MY HUSBAND CEO[Completed]
  • Hana's Indigo (True Story) ( Repost Ulang Sampai Tamat )
  • Penguasa Alam Ghaib
  • Gadis Kecil dengan 5 Teman Bermain Tak Kasat Mata
  • Raven : Punishing dxd
Crystal!

Pemandangan yang sangat mencengangkan seekor mahluk suci kuno balderos perwujudan dari kehendak iblis!... Auman memecah awan yang gelap tanpa sinar rembulan tangisan warga sekitar menghantui telinga!. Lima ksatria yang di juluki sebagai pedang dewi berdiri dengan tubuh penuh luka! empat di antara mereka hanya tersisa satu yang sanggup berdiri!. ksatria itu berdiri menatap tajam ke balderos dengan crystal merah di tangan kirinya. "kurasa sekarang lah! waktu yang tepat!." bisik ksatria itu tersenyum tipis. Keempat rekannya yang tersungkur di tanah hanya bisa menatapnya. Ksatria Biru mengepalkan tangan, darah mengalir dari pelipisnya. "Kau... selalu bertindak sendirian..." gumamnya lirih, matanya bergetar menahan tangis. Ksatria Putih memejamkan mata, air mata jatuh perlahan. "Jangan buat kami kehilanganmu juga..." Ksatria Hitam mencoba bangkit, tapi lututnya roboh. Ia hanya bisa menggeram frustrasi. Ksatria Hijau yang biasanya penuh canda menunduk tanpa kata. Untuk pertama kalinya... ia benar-benar diam. Ksatria Merah tersenyum pada mereka-bukan senyum kemenangan, tapi senyum perpisahan. "Sampai bertemu lagi," katanya, dan melangkah ke dalam kegelapan. keempat ksatria dengan rasa sedih dan merasa bangga dengan keberanian memberikan hormat untuk terakhir --- beberapa tahun berlalu dengan cepat balderos menghilang entah kemana begitu dengan ksatria merah itu!.. para penduduk yang selamat dari amukan iblis itu membuat sebuah patung ksatria merah dengan zirah api membakar? bahkan ada beberapa orang yang menyembah patung selayaknya seorang dewa!.. namun apakah balderos benar-benar sudah mati? atau ia masih hidup dan bersembunyi!...

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido