Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
IMPERFECT

IMPERFECT

  • WpView
    Membaca 716
  • WpVote
    Vote 142
  • WpPart
    Bab 33
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Agt 5, 2024
WpInfo
Fiksi
Romansa
"Tapi nyonya, Tuan sama Nyonya Amora memang masih hidup Nyonya," ucap sang pembantu pelan agar tidak terdengar oleh gadis kecil itu, ia memang juga telah memeriksa nadi sepasang suami istri itu, dan benar mereka memang masih hidup. "DIAM KAMU, ITU BUKAN URUSAN KAMU, SEKARANG BAWA JASAD MEREKA PULANG DAN SEGERA URUS PROSES PEMAKAMAN UNTUK MEREKA BERDUA," teriak wanita itu dan berlalu membawa gadis kecil yang tergeletak cukup jauh dari tempat mereka berdiri dan segera melajukan mobil sedan putihnya menuju rumah sakit terdekat. "Tante,,,,Mama sama Papa masih hidupppp," teriak sang gadis dengan suara yang kurang jelas, karena tampaknya suara gadis kecil ini sudah habis akibat menangis dan berteriak sejak tadi. "MAMA......" teriak seorang gadis di ruangan serba gelap dengan keringat yang sudah membanjiri seluruh tubuhnya, nafasnya tersenggal-senggal serta detak jantungnya yang tak beraturan membuat keringat dingin terus bercucuran di seluruh tubuhnya, tak lama bulir bening di pelupuk matanya mulai turun dengan perlahan membasahi pipinya yang pucat. "Mimpi itu lagi," gumamnya sembari meraih gelas berisi air putih di atas meja belajarnya. Kejadian 10 tahun silam selalu menghantuinya seolah menjadi mimpi buruk yang hadir di setiap tidurnya. Novel ini menceritakan tentang tragedi yang merenggut semua yang aku punya termasuk kedua orang tua dan saudara kembarku. Aku Hanasta Aylina Adyra bertekad untuk membalas semua pelaku kejahatan tersebut dan akan merebut kembali segala sesuatu yang telah di renggut dari ku. Bagaimana kisahku? Mampukah aku membalas penjahat itu? Mari temani aku menjalani kehidupan yang penuh liku ini dalam kehidupan yang IMPERFECT. ~By Hujan Rinai
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#4
imperfect
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Aksara Lingga
  • the perfect my husband
  • Bintang
  • Surat Cinta Untuk Aisya
  • ALEZRA (Thank you for coming)
  • Jiwa Yang Berbeda ? (End)
  • ARKAN & ARINA (TAHAP REVISI)
  • TRANSMIGRASI ICE GIRL [END]
  • NAKALA DAN TAWANYA

"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan