I'M PELAKOR!?

I'M PELAKOR!?

  • WpView
    Reads 983
  • WpVote
    Votes 140
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 10, 2025
PELAKOR .... Gambaranku mengenai sosok pelakor itu adalah seekor makhluk astral yang populasinya sangat marak di dewasa ini. Makhluk itu menyerupai manusia berjenis kelamin betina yang sangat pandai menggaet para suami kurang jatah hingga menggelinjang. Ditanya mengapa tega menjadi pelakor? Ada banyak pemicunya, dimulai karena butuh uang penunjang hidup, terlanjur cinta hingga buta hati, karena memang gatel banget, ada dendam, ada yang memang karena sang suami ingin rasa baru atau jenuh dan alasan-alasan ghaib lainnya. Persepsiku terhadap sosok pelakor memang seburuk itu, yah karena memang buruk! Tak pernah kusangka dan siapa sangka? Semua bacotku di atas kuabaikan begitu saja saat mataku bersitatap dengan mata sayu seorang manusia yang melahap rakus sisa makanan di piring-piring tamu. Dengan berat lidah kuakui aku ingin menjadi seorang pelakor .... Dan ternyata Tuhan mengamini dengan kejam. Strt: 280623 End: - 🌻SLOW UP🌻 ⚠️ WARNING⚠️ HANYA TERSEDIA DI WATTPAD! PLAGIAT SAYA SANTET!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sepaket Luka & Obatnya (Versi benar)
  • Micha and Brother
  • EDAMAME [TAMAT]
  • Black Marriage [SELESAI] ✓
  • NAYLA  || Luka Berakhir Duka (End:Revisi📌)
  • Lily
  • Denyut Waktu (TAMAT)
  • Cinta Luar Biasa (End)
  • ZiAron [END]
  • "BECCA" ✔ [TERBIT]

[READY EBOOK 📱] LINK PEMBELIAN EBOOK BISA DM/BUKA DI PROFIL AKU, TEPATNYA DI BERANDA PERCAKAPAN YA☺️ "Ngapain di sini? Jual diri ya." Luna memejamkan matanya, berusaha meredam amarah atas tuduhan dari seseorang yang sejak bertahun-tahun perempuan itu hindari. Tangannya mengepal kuat ketika wajah laki-laki itu justru semakin dekat padanya. "Nggak usah marah! memang kenyataannya seperti itu, kan?" Luna sontak membanting gelasnya ke meja. Tangannya meraih tas dan mulai beranjak dari kursi yang sejak tadi ia duduki. "Lepas!" Bentak perempuan itu. "Ngapain buru-buru? senang-senang dulu sama aku!" "Lepasss! Akhh.."

More details
WpActionLinkContent Guidelines