Please You Stay Alive

Please You Stay Alive

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 29, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Jadi, bagaimana?" Pria di depanku bertanya tanpa mengalihkan pandangan dariku, menghiraukan Gwen yang berusaha memancing atensi dari kami berdua. Pria di depanku ini, aku cukup tertarik dengan sikapnya yang sama sekali tidak terkecoh pada drama murahan yang Gwen tunjukkan. Aku mengerjab, "Apa syaratnya?" "Syaratnya sangat mudah," pria di depanku membenarkan dasinya yang padahal sudah sangat rapi, "kamu hanya perlu mengizinkanku tinggal di rumah ini dan menjadi majikanmu," aku sangat terkejut ketika tiba-tiba tangan kanan pria itu bergerak dan jari telunjuknya menyentil hidungku. "Hah?" Aku berkedip-kedip berusaha mencerna ucapannya. Dia bilang mau tinggal di rumah ini? "Hah??!!!" Dengan menjadi majikanku? "HAHHHHHH?!!!!!" Hal gila macam apa ini? ~~~~~~~ Namaku Syatra, inilah kisahku yang dipenuhi drama kehidupan yang cukup mencekam. Aku sering mencoba untuk mati, tapi pria bermata kelabu itu selalu saja berhasil menyelamatkan hidupku. Dia... Malaikat tak bersayap yang tiba-tiba datang menagih hutang dan memaksa untuk menjadi majikan. Aku rasa dia gila, tapi psikiater sendiri yang mendiagnosisku sebagai cewek gila. Mungkin kita akan menjadi pasangan gila yang cocok? Masalahnya, apakah pria sesempurna itu mau menerimaku yang serba kekurangan ini?
All Rights Reserved
#240
bunuhdiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INCANTO (Tamat)
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • TEOLOGI CINTA
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • GENRENYA SALAH! (Tamat)
  • Istri Sah Ikky [B×B]
  • False Hopes
  • My Little Monster - Completed
  • PROTAGONIST'S LOVEMOMETER (TAMAT)

Suami yang kucintai dengan segenap hati selama ini tidak membalas perasaanku. Dia menikahiku demi memenuhi permintaan kakekku. Begitu kakekku meninggal, ia memutuskan memberiku surat cerai. Aku yang terlalu dibutakan emosi pun menolak, membuat kekacauan, dan semakin memperparah hubunganku dengan suamiku. Adapun yang tidak kuketahui ialah, suamiku memiliki rasa terhadap saudari tiriku. Segalanya begitu tidak masuk akal. Perjuanganku sia-sia, cinta tidak kudapat, dan sakit hati menjadi menu utama di piringku. Tubuhku melemah, penyakit menjamah, kemudian kematian tiba. Di saat napas terakhirku berembus, aku berjanji kepada diri sendiri. Berjanji bahwa bila ada kesempatan kedua, aku takkan mengemis cinta kepada siapa pun. Kemudian keajaiban yang dikisahkan dalam fiksi pun menyentuhku. Aku kembali ke masa lalu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines