Ukhti Khilaf

Ukhti Khilaf

  • WpView
    Reads 25,612
  • WpVote
    Votes 237
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadComplete Fri, Sep 8, 2023
Tiba-tiba ia mencondongkan badan dan mencium bibirku. Astaga! Aku hendak bilang astagfirullah sebenarnya, tapi mengingat bahwa setelahnya aku bukannya menolak tapi malah menginginkannya lagi karena penasaran, jadi dari pada tobatku jadi tobat sambal yang__aku bertobat di mulut tapi di hati berkata lain__, mending aku ber-astaga ria yang tak ada sangkut pautnya dengan pertobatan. "Kamu ngapain Dim?" "Cium! Praktik ngeluarin hormon oksitosin"-- Enteng sekali dia berbicara -- "ya kan learning by doing." Lanjutnya lagi. *** Juniel, ukhti yang anti pacaran, berjilbab panjang menutup dada, dengan pakaian longgar namun tidak seperti ibu-ibu yasinan, punya banyak sahabat cowok tapi nggak pernah cinlok, berpikiran logis tanpa mengedepankan perasaan, rupanya bisa khilaf karena seorang cowok kemayu yang awalnya ia sangka sebagai gay. Bagaimana Juniel mengatasi perasaannya? Bagaimana nasib jilbab panjangnya? Apa yang ia pikirkan setelah semua hal terlanjur yang ia lakukan? Yuk, ikuti cerita Juniel. Dia akan ceritain pengalaman masa KKN nya yang bikin dia pingin membanting meja kalau ingat tetang kebodohan masa lalunya.
(CC) Attrib. NonComm. NoDerivs
#916
kkn
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • More Than Senior
  • 99 Days with Pak Dosen [END]
  • Skripsi Pengantar Cinta  [TERBIT] ✓
  • HEY!! MR. COOL?! [END]
  • Back Then, I Was Just A Child!
  • Determine Feelings
  • Mr. D [ Kisah Nyata KKN ]
  • Abimana Si Musang [BL] (lengkap)
  • KKN; Where Were We Before? 1 (True Story)

"Gw mau ngomong serius. Please, dengerin baik-baik." Ucap jauhar dengan wajah serius menatap aisyah. Mendengar itu aisyah jadi panas dingin, jantung berdetak lebih kencang. "Syah, dari awal gw liat lu, gw ngerasa lu cewe yang beda. Lu berani dan lu bisa buat gw penasaran siapa lu sebenarnya. Entah dari kapan gw mulai jatuh cinta sama lu, intinya gw sayang sama lu, syah." Aisyah diam saja, dia bingung harus bereaksi seperti apa. "Gw mau komitmen sama lu, tapi kalo lu merasa ga nyaman sama gw, lu boleh pergi, asal bilang. Kalo lu nyaman sama gw pun sama, bilang. Biar kita pacaran." "Biarin gw yang jaga lu." Ucap jauhar memberi jeda. "Lu mau?" Aisyah cukup lama terdiam sebelum akhirnya menggangguk. "Komitmen dulu, kan?" Tanyanya menyakinkan, masih trauma dengan yang namanya hubungan. "Iya, tapi lu bisa ngambil keputusan nanti. Lu nyaman atau ga sama gw." Ucap jauhar. ****** Apakah mereka bisa saling menjaga hati satu sama lain? Kalo penasaran ayo..intip-intip cerita ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines