Yarali
  • WpView
    Reads 500
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 42
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 30, 2023
WpInfo
Non-Fiction
Ternyata menjadi diri sendiri adalah sebuah kesalahan. Menceritakan tentang Shafana, seorang anak sulung yang jiwanya di matikan berkali-kali oleh orang tuanya sendiri. Belum cukup sampai di situ saat usianya belum genap 14 tahun kehormatannya direnggut secara paksa oleh orang yang ia yakini tidak akan pernah mematahkan hatinya. Bahkan setelah ia tak lagi memiliki alasan untuk bertahan hidup, semua orang meninggalkannya. Termasuk kedua orang tua yang selalu menyalahkannya tanpa pernah bertanya "apakah kamu baik-baik saja".
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unspoken Things Over Dinner Tables
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • PHILIA -Story Of Viera- ( END )
  • Kesedihan [SELESAI]
  • Sederet Luka Untuk Indira (Sudah Terbit)
  • If I Die, Will You Listen?
  • ON REMEMBERING
  • Peluka(n) [END]

Tidak ada yang benar-benar siap menjadi dewasa-apalagi menjadi orang tua, apalagi dalam sunyi. Ayara hanya ingin lulus tepat waktu. Jalu hanya ingin memperbaiki apa yang bisa dia genggam. Ayara gak minta semuanya terjadi secepat ini. Tapi Jalu... tetap di situ Tapi hidup gak pernah semudah itu. Di balik senyum tipis dan tawa yang dipaksakan, ada luka-luka yang gak pernah sempat sembuh. Tapi dari retakan itulah, mereka belajar merangkul, bukan menghakimi. Ini bukan kisah tentang sempurna-ini kisah tentang bertahan. Tentang dua orang muda yang mencoba merakit rumah dari puing-puing diri mereka sendiri. -- ⚠️TW: Mengandung unsur self-harm. Mohon baca dengan penuh kesadaran dan kasih sayang pada diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines