look near you

look near you

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 28, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Tagsme
"Aku ingin selalu bersama kami setiap detik, always whit you" »»--gibran--«« natasya aksina adalah gadis dari keluarga yang lumayan terkenal karena butik orang tuanya yang sangat terkenal, walau begitu natasya tidak pernah memilih ketika berteman dan tidak malu menunjukkan ke abstrudtan dia ketika bersama teman temannya, karena sifat yang periang itu yang menjadi gaya tarik tersendiri bagi kaum adam di dekatnya, tapi dia sama sekali tidak tertarik pada pacaran. apa ada lelaki yg bisa berada di hatinya? gibran alnio adalah seorang anak dari CEO terkenal, bukan hanya karena kekayaannya saja yg buat dia terkenal tapi juga paras tampan dan kepintaran nya yang membuat dia didamba dambakan banyak kaum hawa di sekolah nya dan mencari gadis yang tidak melihat nya hanya karena harta
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Being a Good Papa [ End ]
  • Caelus Kenjio V.E (Revisi)
  • Cinta💞 Segitiga
  • Keira
  • Lihat aku ayah (Revisi)
  • Cinta Abadi CEO & MAFIA
  • 36 days with you {saida} [End]
  • 3 [ex] Tuan Muda

Apa penyesalan dalam hidup yang pernah kalian alami? Kalau Arthan ditanya seperti itu, maka dia akan menjawab ; Menjadi pria yang tidak berguna, sekaligus ayah yang gagal. Setidaknya Arthan ingin sekali dalam hidupnya, dia melakukan hal-hal yang membuat keluarganya bahagia. Namun, hidup yang hanya sekali itu, dia habiskan untuk hal-hal yang sesat. Berjudi, mengabaikan anaknya setelah ditinggal mati oleh istri, dan terlilit hutang hingga rentenir terus berdatangan. Lantas, pada malam dia dikejar oleh rentenir dan anaknya, Alberix, disandera oleh rentenir, Arthan tertabrak truk dan tubuhnya terhempas begitu saja di aspal, hingga aspal itu digenangi oleh darahnya yang menyebar kemana-mana. Malam dimana penyesalan terus berdatangan. Lalu, dengan begitu saja, Arthan menutup mata dengan perasaan bersalah yang menumpuk di dalam dada. Hingga ketika ia membuka mata, bukan alam Barzah lah yang ia lihat, tetapi wajah anaknya yang datar saat sedang melakukan sarapan bersama. Arthan spontan menyeletuk, "Alberuk?" Alberix langsung bombastic side eyes. "Alberix, pa. Not Alberuk, apalagi beruk."

More details
WpActionLinkContent Guidelines